MINGGU, 27 NOVEMBER 2016

MAUMERE --- Setiap event atau turnamen olahraga sering terjadi perkelahian atau adu jotos serta keributan. Untuk itu, kejuaraan daerah pencak silat yang diselenggarakan di Maumere sejak tanggal 26 hingga 30 November 2016 kejadian ini diharapkan tidak terjadi. Demikian permintaan bupati Sikka, Yoseph Ansar Rera saat membuka kejuaran daerah (Kejurda) Pencak Silat antar pelajar SMP dan SMA/SMK di Maumere, Sabtu (26/11/2016).

Bupati Sikka Drs. Yoseph Ansar Rera saat membuka Kejurda Pencak Silat antar pelajar di Maumere
Dikatakan Ansar sapaannya, kejuaraan ini harus dijadikan media belajar bagi para atlit guna menempa kemampuan meraih prestasi. Penyelenggaran Kejurda ini hendaknya diselenggarakan secara tertib, teratur dan tidak boleh ada gejolak.

“Semua harus menjunjung tinggi sportifitas dan mengormati segala keputusan wasit dan juri, jangan ribut-ribut,” pesannya.

Ansar juga berharap agar Kejurda berjalan dengan lancar, para wasit dan juri harus benar-benar menerapkan aturan semurni mungkin dan jangan mendengar titipan pesan dari orang lain guna memenangkan atlet tertentu.

Bupati Sikka juga mengungkapkan, sering sekali dirinya menyaksikan setiap event olahraga di kabupaten Sikka dan provinsi NTT yang selalu diwarnai dengan perkelahian dan keributan atau protes.

“Kejuaraan ini merupakan olahraga pendidikan jadi kita berkewajiban mendidik para atlit remaja ini soal kejujuran, disiplin dan ketertiban,” ungkapnya.

Pesilat remaja sedang bertanding dalam kejurda pencak silat antar pelajar
Selain itu, mantan wakil bupati Sikka ini juga memaparkan menyikapi situasi terkini di Negeri ini, pada  tanggal 30 November nanti ada apel besar di bawah tema Nusantara Bersatu. Apel ini menjadi ajang mempererat persatuan dan mengingatkan kembali komimen kebangsaan yang sudah dibangun para pendiri negeri ini.

“Saya minta kalau ada jeda waktu seluruh atlet dari IPSI yang bertanding bisa hadir dengan identitas IPSI nya masing-masing sebagai komitmen kita untuk mendukung persatuan,” tegasnya.
Jurnalis : Ebed de Rosary / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Ebed de Rosary
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: