JUMAT 25 NOVEMBER 2016

MANADO --- Mencari solusi masalah kebersihan terutama penanganan sampah, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) kota Manado bersama Pemerintah kota (Pemkot) dan pihak Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Manado dan pegiat lingkungan, serta akademisi menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan Topik "kesadaran, sosialisasi, atau efek jera, solusi Manado bersih" yang bertempat di ruang rapat DPRD Manado pada Jumat (25/11/2016).

Focus Group Discussion (FGD) dengan Topik "kesadaran, sosialisasi, atau efek jera, solusi Manado bersih" yang bertempat di ruang rapat DPRD Manado pada Jumat (25/11/2016).

Dalam FGD itu Wakil Wali kota Manado Mor Dominus Bastiaan mengatakan, sampai saat ini sampah masih terus menjadi masalah baik di kota kecil maupun di kota besar serta di kota moderen, sehingga tidak heran kalau di kota Manado masalah ini belum bisa diatasi karena adanya kebijakan dan pergantian pimpinan, karena penanganannya belum berjalan maksimal, dan perlu ada solusi yang kongkrit.

Bastiaan menyatakan, masalah lain yang timbul karena kurangnya kesadaran dari masyarakat tentang jam membuang sampah yang sudah di keluarkan oleh pemerintah dan adanya sampah yang di buang bukan pada tempatnya sehingga semakin menambah jumlah sampah di Kota Manado.

"Kita sudah memiliki Perda sampah tinggal penerapan sanksi yang tidak maksimal, sehingga saat ini hanya bersifat himbauan jika di temukan masyarakat membuang sampah sembarangan", ungkapnya.

Sementara itu Ketua DPRD Noortje Van Bone dan Ketua Badan Legislasi DPRD Manado Hengki Kawalo mengatakan hal yang sama, dimana Perda sampah telah di keluarkan oleh DPRD namun karena kesadaran dari masyarakat masih kurang, sehingga masalah sampah terlihat masih sulit diatasi.

"Kesadaran buang sampah pada tempatnya dan jam buang masih sangat kurang di lakukan oleh masyarakat, sehingga Perda No. 7 tahun 2006 tentang pengelolaan persampahan dan retribusi kebersihan tidak berjalan dengan baik, karena itu masalah sampah masih tetap terjadi", kata Bone dan Kawalo.

Di tempat yang sama pegiat lingkungan Ronny Mamesah mengatakan, salah satu penyebab sampah di Manado karena adanya reklamasi yang sudah terjadi, jalur sampah yang mengalir melalui muara sungai langsung ke lokasi wisata di Taman Nasional Bunaken (TNB), sehingga masalah sampah di Bunaken sulit diatasi, dan TNB akan menjadi kenangan.

"Saya mengusulkan di sungai dan gorong-gorong dipasang jaring agar sampah yang dibuang di selokan oleh masyarakat tidak langsung masuk ke pantai Manado, tapi di angkut oleh petugas yang sudah di bentuk, karena sampah akan tertahan pada jaring atau pembatas yang telah terpasang," ungkapnya.

Hadir dalam FGD selain Wakil Wali kota Manado dan pihak DPRD, juga Kadis Kebersihan, Kepala BLH, dan Kabag Hukum, serta sejumlah Camat di wilayah kota Manado.

Jurnalis: Ishak Kusrant/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Ishak Kusrant
Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: