RABU, 23 NOVEMBER 2016
SOLO---Hujan yang terus menerus terjadi di wilayah Karanganyar, Jawa Tengah  membuat petani sayur bunga kol merugi jutaan rupiah. Akibat cuaca buruk, tanaman sayur banyak yang mati dan petani pun gagal panen.

Yatmi, salah satu petani sayur bunga kol, misalnya. Intensitas hujan tinggi ini membuat dirinya merugi hingga jutan rupiah. Sebab, banyaknya curah hujan juga membuat serangan hama semakin mengganas. “Hama patek ini jika hujan semakin banyak. Padahal kalau sudah terkena hama patek tanaman sudah tidak bisa ditolong,” ucap Yatmi kepada Cendana News, Rabu siang (23/11/2016).
 
Yatmi, salah seorang petani sayur bunga kol yang mengalami gagal panen tahun ini.
Selama ini, kata Yatmi, belum ada pestisida yang mampu mengusir maupun mengobati hama patek pada tanaman sayur.

“Saya justru berharap pemerintah dapat mengembangkan obat yang bisa membasmi hama patek, agar petani sedikit ringan,” ungkapnya.

Pada musim ini, petani sudah mengeluarkan modal hingga jutaan rupiah per petaknya. Namun belum juga masuk masa panen, tanaman sayur mati dan membusuk.

“Petani jadinya gagal panen,” keluhnya.

Tanaman yang mengalami gagal panen.
Hal serupa juga dialami petani cabai  yang ada di Tawangmangu, Karanganyar. Banyaknya hujan yang turun membuat tanaman cabai tak maksimal, karena buah banyak yang jatuh sebelum masa panen.

“Karena terserang hama, cabai menjadi busuk dan tak laku dijual,” tambah Sunaryo.

Cuaca buruk tahun ini membuat petani  banyak yang merugi. Misalnya untuk petani cabai, mulai dari bibit, plastik, obat, dan pupuk sudah menghabiskan dana hingga Rp 3 juta, untuk seper empat hektar.

“Ini baru untuk seper empat hektar.  Jika satu hektar penuh ditanam cabai dan gagal panen, sudah berapa juta saja petani merugi karena gagal panen," pungkasnya.

Jurnalis: Harun Alrosid/ Editor: Satmoko / Foto: Harun Alrosid
Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar: