KAMIS, 3 NOVEMBER 2016

SUMENEP --- Akibat cuaca yang tidak menentu di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, berpengaruh terhadap serapan pupuk Urea bersubsidi yang dibutuhkan petani. Sampai sekarang ini pupuk yang biasa menjadi kebutuhan pokok petani saat bercocok tanam tersebut serapannya cukup rendah, sehingga dari kouta yang diajukan oleh petani belum terserap secara keseluruhan, bahkan serapan itu belum mencapai 50 persen.


Pada tahun 2016, kuota pupuk Urea bersubsidi untuk petani di ujung timur Pulau Madura mencapai 26.440 ton, namun yang terserap hingga bulan ini baru hanya sekitar 10.074 ton. Rendahnya serapan itu diduga akibat perubahan iklim yang tidak menentu, sehingga petani kebanyakan masih belum berani melakukan cocok tanam, akibatnya jatah pupuk yang ada tidak kunjung ditebus.

“Sampai sekarang pupuk yang terserap belum sampai separuh dari kouta yang ada, hal itu diakibatkan faktor iklim yang tidak menentu. Tetapi ketika petani banyak yang mulai tanam, nanti serapan pupuk akan tinggi,” kata Bambang Heriyanto, Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (Disperta) Kabupaten Sumenep, Kamis (3/11/2016).

Disebutkan, meskipun hingga saat ini serapan pupuk masih rendah, bukan berarti kebutuhan petani sangat sedikit terhadap pupuk, tetapi hanya terhambat dengan faktor cuaca yang sangat tidak menentu. Akhir tahun 2016 ini dapat dipastikan seluruh kouta pupuk yang telah diajukan oleh petani akan terserap secara keseluruhan, sebab kebutuhan pupuk tersebut sudah diajukan sesuai dengan kebutuhannya petani sendiri.

“Akibat perubahan iklim yang tidak menentu membuat sebagian petani memilih menahan diri untuk bercocok tanam, sehingga itu akan sangat berpengaruh terhadap serapan pupuk. Makanya kita yakin tahun ini pupuk akan terserap secara keseluruhan,” jelasnya.

Sedangkan untuk pengajuan kuota tahun 2017, pihaknya belum bisa menyimpulkan, karena ia masih harus menunggu usalan dari kelompok tani sesuai kebutuhan masing-masing, maka ketika sudah ada pengajuan dari semua kecamatan, kebutuhan pupuk tersebut akan di ketahui secara keseluruhan.
Jurnalis : M. Fahrul / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : M.Fahrul
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: