MINGGU, 13 NOVEMBER 2016

JAKARTA --- Gagalnya massa 'Aksi Bela Islam II' 4 November bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memunculkan wacana aksi lanjutan 'Bela Islam III', jika proses hukum terhadap mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja purnama Alis Ahok tak kunjung selesai. Foto tentang adanya Demontrasi pun sudah beredar di berbagai jaring sosial.


Aksi Bela Islam III' direncanakan 25 November 2016 mendatang, bahkan disebut-sebut Muslim Jawa Barat akan menurunkan 5 juta umat Islam untuk turun menuntut proses hukum Gubernur nonaktif DKI, Ahok.

Di satu sisi, banyak kalangan yang setuju, namun ada juga yang menolak karena dikhawatirkan akan terjadi bentrokan yang membahayakan keutuhan bangsa.

Menanggapi Hal ini, Anggota Komisi X DPR RI, Dadang Rusdiana menilai tidak masalah bila ada Aksi Bela Islam III pada 25 November mendatang untuk menuntut keadilan dalam kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Menurutnya, 'Aksi Bela Islam III' merupakan hak konstitusi untuk menyampaikan aspirasi di muka umum dan hal tersebut, bukanlah suatu ancaman bagi negara, apalagi bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi) setelah ada Aksi Bela Islam 4 November tersebut, telah menyebut tak akan Lindungi Ahok.

"Saya melihat demo Islam itu selalu damai, tidak masalah,"ujar Dadang saat dihubungi, Jakarta, Minggu (13/11/2016).

Selain itu, Dadang berharap untuk semua pihak agar tidak mengaitkan kunjungan Jokowi ke Markas Kopassus, Detasemen Jala Mengkara (Denjaka) TNI AL, dan Brimob, untuk menggertak Aksi Bela Islam III yang belakangan ini mulai mencuat.

Sebab, kata Dadang, kunjungan Jokowi tersebut adalah untuk memastikan aparat keamanan negara dalam keadaan siaga bila sewaktu-waktu ada ancaman bagi negara.

"Tidak terlalu istimewa, Presiden kan memang panglima tertinggi di republik ini. Jadi tidak ada makna politis apapun," Imbuhnya

Seperti diketahui setelah terjadi Aksi Bela Islam 411, Presiden Jokowi telah melakukan serangkaian pertemuan dengan sejumlah kalangan. Dimulai mendatangi PBNU, PP Muhamadiyah, mengundang para pimpinan ulama serang Banten dan sejumlah pesantren di Indonesia ke Istana Hepresidenan, guna untuk mendinginkan suasana pasca Aksi Bela Islam II.
Jurnalis : Adista Pattisahusiwa / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Adista Pattisahusiwa
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: