RABU 23 NOVEMBER 2016

MATARAM--- - Pada  2017 mendatang  semua kepala Desa di seluruh Indonesia diwajibkan supaya penggunaan Dana Desa (DD) sebagiannya untuk pembangunan embung dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Menteri Desa, Pembangunan Derah Tertinggal dan Transmigrasi RI, Eko Putro Sandjojo.

Hal tersebut dikatakan, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia, Eko Putro Sandjojo saat menghadiri pembukaan gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) pertanian nsional di Mataram, Rabu (23/11/2016).

"Pada 2017, setiap desa diwajibkan menggunakan DD 300 smpai 500 juta untuk pembangunan embung dan 100 juta untuk BUMDes" jelas Eko

Pembangunan embung, kata Eko bertujuan untuk memenuhi kebutuhan irigasi pertanian, terutama di daerah lahan kering saat musim kemarau tiba.

Dengan keberadaan embung tersebut, selain bisa memenuhi kebutuhan irigasi pertanian, masa tanam petani juga bisa dilakukan dari satu kali menjadi dua atau tiga kali dalam satu tahun, sehingga produksi hasil pertanian juga akan meningkat.

"Selain untuk kebutuhan pertanian, keberadaan embung juga bisa digunakan untuk perikanan maupun tempat pariwisata yang bisa menghasilkan nilai ekonomi bagi masyarakat."

Ditambahkan, pada 2017  penggunaan DD sendiri masih tetap akan terfokus pada pembangunan fisik dan pemberdayaan ekonomi masyarakat dan diharapkan kedepan akan bisa lebih mandiri.

Untuk 2017, DD sendiri akan mengalami kenaikan dari sebelumnya 500 juta satu periode, naik antara 800 sampai 900 juta setiap periodenya.

Jurnalis: Turmuzi/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Turmuzi
Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: