SABTU, 19 NOVEMBER 2016
LAMPUNG---Komandan Korem (Danrem) 043/Garuda Hitam Kolonel Kav. Supriyatna,S.Ip, lakukan silaturahmi bersama para tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan santriwan dan santriwati di wilayah Kecamatan Palas Kabupaten Lampung Selatan. Kunjungan serta silaturahmi Kolonel Kav.Supriyatna,S.Ip tersebut menurut keterangan tertulis dari Komandan Koramil Katibung, Kapten Norizwan Tamin merupakan rangkaian dari upaya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai Kebhinekaan Tunggal Ika. Salah satu upaya menjaga persatuan dan kesatuan tersebut di antaranya dengan melakukan pengajian, doa bersama sekaligus kembali menyampaikan wawasan kebangsaan yang harus terus ditingkatkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sesuai dengan harapan pendiri bangsa dan para penggagas berdirinya negara Indonesia di antaranya Soekarno dan para founding father (pendiri bangsa) maka keutuhan Indonesia harus diutamakan. Danrem 043/Gatam  Kolonel Kav.Supriyatna,S.Ip  juga menegaskan agar seluruh masyarakat terutama yang hadir dalam silaturahmi di pondok pesantren Roudlotul Solihin agar memahami beberapa hal berkaitan dengan makna wawasan kebangsaan di antaranya yang paling pokok untuk menempatkan persatuan, kesatuan serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan.

"Mengembangkan persatuan Indonesia sedemikian rupa sehingga asas Bhineka Tunggal Ika dipertahankan.Wawasan kebangsaan tidak memberi tempat pada patriotisme yang licik apalagi radikalisme, serta mewujudkan NKRI yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur serta bertekad untuk mewujudkan bangsa yang maju dan mandiri. Sejahtera lahir dan batin sejajar dengan bangsa lain yang sudah maju," ungkap Danrem 043/Gatam Kolonel Kav.Supriyatna, S.Ip, saat memberikan wawasan kebangsaan di pondok pesantren Roudlotul Solihin di Desa Bumi Restu Kecamatan Palas, Lampung Selatan, Sabtu sore (19/11/2016).

Danrem 043 Gatam Kolonel Kavaleri Supriyatna, S. Ip melakukan silaturahmi bersama para tokoh masyarakat di Ponpes Roudlotul Solihin Lampung.

Selain itu, Danrem juga menekankan pentingnya menjaga empat pilar kebangsaan yang harus dijaga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Empat pilar tersebut di antaranya : Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Undang-undang Dasar 1945 dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal tersebut semakin penting mengingat isu-isu penting dalam negara ini semakin berkembang di antaranya munculnya paham radikalisme, terorisme dan komunisme (RTK) yang bisa merusak sendi-sendi kehidupan bernegara.

Selain itu, Danrem berpesan, untuk memperhatikan keberadaan Indonesia yang kaya akan kekayaan alam terutama lautnya. Mengutip pernyataan presiden pertama RI, Sukarno, berpesan bahwa kekayaan alam Indonesia akan membuat iri bangsa-bangsa di dunia. Contoh konkritnya sangat nyata dengan banyaknya pencurian ikan oleh kapal-kapal nelayan asing sehingga kapal-kapal patroli TNI banyak melakukan penangkapan kapal-kapal pencuri ikan tersebut.

"Bukti nyatanya telah ada dan upaya dilakukan dengan penangkapan bahkan penenggelaman kapal pencuri ikan yang menunjukkan kekayaan alam Indonesia terus diincar oleh negara lain. Ucapan Presiden Sukarno tersebut terbukti," ungkap Kol. Kav. Supriyatna.

Selain itu, berbagai prediksi pada 2035-2056, persediaan bahan bakar yang berasal dari fosil dan plankton akan menipis sehingga bahan bakar akan beralih ke bahan dasar hayati atau tumbuh-tumbuhan. Kondisi tersebut salah satunya menimbulkan isu penting yang selalu diungkapkan panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo bahwa Indonesia akan menjadi lahan proxy war dengan maksud merebut kekayaan alam Indonesia yang sangat potensial dan dilirik negara lain. Sebab negara Indonesia merupakan satu-satunya negara yang kaya akan bahan tersebut.

Para santri dan jajaran Danrem 043 Gatam berpose bersama seusai silturahmi dengan tema wawasan kebangsaan.

"Kesimpulannya, mari tetap kita rekatkan persatuan dan kesatuan dalam berbangsa dan bernegara sehingga jangan mudah terprovokasi oleh pihak yang menginginkan negara kita terpecah belah," terang Kol. Kav. Suprityatna.

Selain melakukan silaturahmi, menyampaikan wawasan kebangsaan di hadapan tokoh agama, tokoh masyarakat, para komandan Koramil, ratusan santri didampingi oleh Kasiter Korem 043/Gatam Letkol Inf. JP. Sipayung, Dandim 0421/LS Letkol. Inf. Arm. Untoro Hariyanto, S.Ip, Kasdim 0421/LS Mayor Anwar, juga ikut meninjau pesantren di bawah pimpinan KH. Soleh Bajuri tersebut. Seusai melakukan silaturahmi dan memberikan materi wawasan kebangsaan serta perspektif ancaman bangsa Indonesia maupun radikalisme, Danrem 043/Gatam, Kol. Kav. Supriyatna berkesempatan melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pesantren Roudlotul Solihin.

Jurnalis: Henk Widi/ Editor: Satmoko / Foto: Henk Widi
Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar: