JUMAT, 25 NOVEMBER 2016
BENGKAYANG---Mudahnya akses masuk jalan di perbatasan RI-Malaysia diduga menjadi salah satu penyebab penyelundupan. Diduga pula, kemudahan itu sering dimanfaatkan orang tak bertanggungjawab guna membawa barang ilegal dari Malaysia ke Kalimantan Barat.

Jumat, 25 November 2016, Satuan Tugas Pamtas Yonif 131/ Braja Sakti  menyita 1 unit kendaraan pikap dan 2 unit sepeda motor yang mengangkut barang ilegal dari Malaysia. Tepatnya di Pos 4 Seluas Jalan Dwikora 1 Lintas Malindo, Desa Jagoi, Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang.

Satuan Tugas Pamtas Yonif 131/Braja Sakti pada saat mengamankan barang ilegal dari Malaysia.

“Penangkapan 3 unit kendaraan yang memuat barang ilegal dari Malaysia berawal dari diadakannya pemeriksaan terhadap kendaraan yang melintas di depan pos,” kata Komandan  Pos Seluas Yonif 131/Braja Sakti, Letnan Dua Infanteri Yos Elsa.

Dijelaskan, penangkapan itu pada saat 2 unit sepeda motor dan 1 unit kendaraan pikap ini diperiksa, ternyata barang-barang yang dibawa tanpa dilengkapi dokumen yang sah alias ilegal.


“Barang tersebut berupa ikan, daging, naget, ikan sarden, stik kepiting, dan ikan sotong yang jumlahnya ratusan kilogram,” ucapnya. Kendaraan pikap ini juga memuat 6 koper pakaian bekas (lelong) dan 3 bungkusan yang berisi sepatu serta sandal.


“Menurut pengakuan pemiliknya, barang tersebut berasal dari Serikin, Malaysia. Rencananya akan dibawa ke rumah untuk dijual di Desa Jagoi dan Seluas. Saat ini, barang bukti diserahkan kepada Bea Cukai dan Karantina Perikanan,” ujarnya.

 Jurnalis: Aceng Mukaram / Editor: Satmoko /  Foto: Satuan Tugas Pamtas Yonif 131 Braja Sakti
Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar: