RABU, 23 NOVEMBER 2016
WAIKABUBAK---Mengambil tempat di aula kantor Bappeda Sumba Tengah, Rabu (23/11/2016), Kodim  1613 Sumba Barat menggelar dialog kebangsaan dengan materi yang dibawakan langsung oleh Dandim Sumba Barat Letkol Inf. Fifin Zudi Syaifudin S.Pd.

Dalam press release yang diterima Cendana News disebutkan, dialog kebangsaan ini dihadiri Bupati Sumba Tengah Drs. Umbu Sapi Pateduk, segenap pegawai Pemda Sumba Tengah, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

“Dialog kebangsaan ini digelar untuk memantapkan Bhinneka Tunggal Ika khususnya dan memelihara tetap abadinya empat konsensus dasar kehidupan berbangsa dan bernegara yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika,” tegas Dandim Fifin.

Para pembicara yang tampil dalam forum dialog kebangsaan.
Dandim Sumba Tengah mengimbau agar masyarakat Sumba Tengah tidak mudah terpengaruh dengan adanya rencana demo pada 2 Desember 2016 dan tetap menjaga persatuan dan kesatuan untuk menciptakan negara yang aman dan damai. Dandim Fifin juga ingatkan masyarakat Sumba Tengah agar jangan gampang terprovokasi dengan isu-isu yang berkembang saat ini dan jangan mau diadu domba oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab karena akan menghancurkan negara dan bangsa yang kita cintai ini.

“Kita tetap waspada untuk menjaga wilayah kita khususnya di Sumba Tengah dan diharapkan agar semua elemen berparsitipasi dalam menjaga persatuan dan kesatuan antarumat beragama,” ungkapnya.

Dandim Sumba Barat, Letkol Inf. Fifin Zudi Syaifudin S.Pd.
Bupati Sumba Tengah dalam kesempatan tersebut berterima kasih kepada Dandim yang telah memberikan informasi dan pencerahan yang sangat penting untuk dijadikan pelajaran bagi kita semua. Apa yang disampaikan Dandim Fifin, kata Pateduk, bangsa ini betul-betul dalam keadaan sangat memprihatinkan. Untuk itu, mari kita semua menjaga kedaulatan bangsa yang kita cintai ini.

Dikatakannya, terkait masalah yang sekarang terjadi di Jakarta, masyarakat Sumba Tengah dan NTT yang mayoritas Kristen jangan gampang terprovokasi dan jangan menjadi provokator.

“Kita harus mampu berikan kesejukan kepada saudara-saudara kita yang beragama lain serta terus menumbuhkembangkan rasa solidaritas antarumat beragama,” pintanya.

Sedangkan FKUB Sumba Tengah dalam pernyataannya menyebutkan, terkait situasi saat ini, pihaknya sangat berterima kasih kepada Dandim yang sudah memberikan pencerahan kepada semua warga. Isu-isu  yang beredar bahwa ada anak-anak dari Sumba Tengah yang ikut demo, FKUB berharap ke depannya tidak terjadi lagi.

Adri Sabora SE, Kabag Tatapem Sumba Tengah percaya bahwa gerakan yang mengatasnamakan agama, ras dan suku tidak pernah akan berhasil karena TNI dan Polri pasti akan taat pada konstitusi yang berlaku.

Para peserta dialog kebangsaan menyimak dengan baik jalannya acara.
“Kita bersyukur masih ada TNI dan Polri yang masih mau turun memberikan pemahaman kepada kita semua. Kami harapkan agar terus mengingatkan kami karena kadang kami lupa dengan tugas kami. Kami harap acara seperti ini terus dilaksanakan,” paparnya.

Camat Umburatungai, Kristian Sabaruan membebekan, ada upaya dari daerah lain yang melakukan kegiatan merusak lingkungan khususnya di daerah Mamboro dan Lenang. Ada tembakan yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab dan diharap agar masalah itu tetap ditindaklanjuti.

Jurnalis: Ebed de Rosary/ Editor: Satmoko / Foto: Ebed de Rosary
Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar: