RABU, 9 NOVEMBER 2016

LARANTUKA --- Jalan raya yang menghubungkan desa Wewit di kecamatan Adonara Tengah dan desa Waiwadan ibukota kecamatan Adonara Barat sepanjang 20 kilometer masih belum diperbaiki. Sebagian besar ruas jalan kabupaten selebar 3 meter ini hampir semua aspal jalannya sudah tidak terlihat lagi. Yang nampak hanya jalan tanah dan sebagian aspal yang tersisa membuat kendaraan terpaksa memperlambat laju kendaraan.


“Hampir sebagian besar jalan sudah diaspal baik dari Waiwerang di Adonara Timur menuju desa Lite di Adonara Tengah. Kami sayangkan kenapa pekerjaan tidak dilanjutkan, “ ujar Siti Halimah kepada Cendana News yang menemuinya di Dermaga Tobilota kecamatan Wota Ulumado Rabu (9/11/2016).

“Jalan sudah pernah dikerjakan sehingga otomatis hanya dilakukan pengaspalan saja. Beberapa ruas jalan pun sudah dilakukan pengerasan, “sambungnya.

Hal senada juga disampaikan Malik Abubakar, warga Waiwadan di dermaga Tobilota saat hendak menyeberang ke Larantuka menggunakan kapal motor. Ia meminta agar jalan alternatif yang sering dilintasi warga dari Waiwadan kecamatan Adonara Barat menuju Waiwerang kecamatan Adonara Timur ini pekerjaannya bisa dilanjutkan.

“Kalau di pulau Adonara, ruas jalan ini saja yang masih belum semua dikerjakan. kasihan pengendara yang melintas di desa Wewit sebab jalannya berdebu akibat ditimbun pasir dan mempengaruhi pernapasan dan pandangan,” sebutnya.

Disaksikan Cendana News saat melintasi jalan tersebet, Rabu ((9/11/2016) sore bersama rombongan wartawan, beberapa ruas jalan beraspal mulus dan terlihat baru beberapa bulan dilakukan pengaspalan,


Namun demikian, pengerjaan jalannya seolah tidak ada kesinambungan dimana setelah dua hingga tiga kilometer dikerjakan, Dinas Pekerjaan Umum Flores Timur tidak mengganggarkan kembali untuk pekerjaan lanjutan.

Pekerjaan lanjutan dilakukan beberapa kilometer setelah ruas terakhir dikerjakan. Jadi tidak heran bila di kedua ujung jalan beraspal mulus sementara ruas jalan di bagian tengah mengalami kerusakan parah.
Jurnalis : Ebed de Rosary / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Ebed de Rosary
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: