SENIN, 7 NOVEMBER 2016

JAYAPURA --- Disinyalir tergabung dalam sindikat pengedar uang palsu, pria berinisial DFZ ditangkap anggota Satuan Tugas (Satgas) Pengaman Perbatasan (Pamtas) RI-PNG Yonif 122 Tombak Sakti saat pria tersebut melakukan transaksi di pasar Skouw perbatasan, Kota Jayapura, Senin (7/11/2016).

Satgas Pamtas Yonif 122 TS saat gelar barang hukti dan9tersangka di Kotis Yonif 122 TS, SKouw perbatasan Ri-PNG
Dari pantauan Cendana News di lokasi kejadian, DFZ melakukan transaksi jual beli menggunakan mata uang Papua New Guinea (PNG) jenis Kina yang diduga palsu. Tim satgas dengan cekatan meringkus pelaku dan memeriksa isi tas ransel warna hitam dan didapati sebanyak 10.480 uang kina yang disinyalir palsu.

“Saya langsung sergap, kami buka tasnya dan menemukan uang kina sebanyak 10.480 kina pecahan 20 kina,” kata salah satu perwira Yonif 122/TS, Lettu Inf Aris di lokasi kejadian.

Selain uang yang diduga palsu, lanjutnya terdapat uang tiga dollar USA, uang dua ribu Hai Nghin Dong Vietnam, dua dollar Singapore dan uang asli Rp 2.215.000 di dalam tas yang sama. “Ada juga beberapa buku tabungan dan kartu ATM yang dikeluarkan Bank BRI, BCA dan Bank Mandiri. Kemudian satu unit laptop, flashdisk dan berkas-berkas lainnya serta satu unit motor,” ujarnya.

Penangkapan ini hasil pengembangan informasi yang telah didapatkan Satgas Pamtas Yonif 122/TS pada Sabtu (5/11/2016) kemarin bahwa akan ada seseorang yang menawarkan uang kina dengan jumlah banyak.

“Saya mendapat info dan langsung memerintahkan anggota untuk menyamar menjadi pembeli uang Kina. Saat itulah pelaku kami tangkap,” tuturnya.

Petang tadi, dikatakan Lettu Inf Aris pihaknya telah menyerahkan pelaku DFZ beserta barang bukti ke pihak kepolisian sector Muara Tami. 

“Kami menyerahkan pelaku kepada Polsek Muara Tami sore ini juga beserta barang buktinya untuk didalami lebih lanjut,” dikatakan Lettu Inf Aris.


Pelaku yang diduga mengedarkan uang palsu Kina, DFZ mengaku kaget saat penangkapan dirinya. Dirinya menjelaskan bahwa telah melakukan pemeriksaan terhadap uang tersebut menggunakan sinar ultra violet.

“Saya sendiri tak menyangka akan seperti ini, setahu saya tak ada masalah. Kaget saat tadi ditangkap sama aparat,” kata DFZ.

Kasus dugaan uang palsu empat mata uang asing di perbatasan RI-PNG ini baru pertama kali didapati aparat keamanan Indonesia. Hingga kini kasus tersebut sedang ditangani aparat kepolisian wilayah Papua.
Jurnalis : Indrayadi T Hatta / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Indrayadi T Hatta
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: