SELASA, 22 NOVEMBER 2016
PONTIANAK---Sepuluh tempat hiburan didatangi tim dari Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) kota Pontianak. Kedatangan para petugas ini juga dibantu Satpol PP Kota Pontianak. Tujuannya untuk melakukan razia tempat hiburan. Diduga tempat hiburan ini menunggak pajak maupun belum mendaftarkan usahanya sebagai wajib pajak.

Kepala Bidang Pengawasan dan Pengembangan Dispenda kota Pontianak, Ruli Sudira menjelaskan, tim melakukan penyisiran pada sejumlah tempat kebugaran dan kafe maupun tempat hiburan lainnya.

“Setelah dijelaskan maksud kedatangan tim razia, pemilik atau penanggung jawab usaha menandatangani surat pernyataan untuk segera melunasi pajaknya,” kata Ruli Sudira, Selasa, (22/11/2016).

Aparat Dispenda Pontianak sedang melakukan penertiban dengan melakukan penempelan stiker.
Dijelaskan, tim juga melakukan stikerisasi pada tempat usaha tersebut. Bunyi stiker itu adalah Peringatan: Tempat Usaha Ini Belum Terdaftar sebagai Wajib Pajak Daerah/Tidak Bersedia Membayar Pajak Daerah.
“Jika dalam tujuh hari kerja, tidak mendaftar, melapor dan membayar pajak daerah ke Dispenda kota Pontianak, maka akan dilakukan penertiban,” ucapnya menjelaskan.

Kegiatan razia yang dilakukan merupakan tindak lanjut terhadap tempat-tempat hiburan yang sudah diberikan peringatan jauh hari sebelumya. Namun demikian, peringatan ini ternyata tidak dipedulikan oleh pemiliknya.

“Pihak kami pun kemudian menyampaikan surat peringatan pelaksanaan razia. Secara administrasi sudah menempuh prosedur, namun oleh pelaku usaha atau wajib pajak tidak ditindaklanjuti. Maka kami bersama Satpol PP sebagai tim yang sudah dibentuk melakukan razia ini,” tuturnya.

Aparat berkoordinasi melakukan pemetaan terhadap tempat-tempat hiburan malam di Pontianak.


Razia ini digelar, ia melanjutkan, agar para wajib pajak sadar membayar pajak. Hal itu dilakukan guna menopang perekonomian. “Kalau sudah bicara hak, maka kaitannya dengan kewajiban yakni membayar pajak,” ucapnya menegaskan.

 “Bilamana surat peringatan pelaksanaan razia tidak juga mendapat tanggapan, maka tim akan menggelar razia terhadap obyek-obyek pajak yang belum melunasi kewajibannya, termasuk stikerisasi pada tempat usaha,” lanjutnya.

Ia menjelaskan, apabila hal  ini tidak memberikan efek jera terhadap mereka, maka pihaknya sudah menyiapkan langkah-langkah selanjutnya, yakni penutupan sementara dengan tim yang lebih besar dari yang ini. "Semakin cepat wajib pajak melakukan pelunasan terhadap tunggakannya, maka semakin cepat pula penutupan sementara itu dicabut," ujarnya berharap.

Jurnalis: Aceng Mukaram/ Editor: Satmoko / Foto: Aceng Mukaram
Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar: