RABU 9 NOVEMBER 2016

JAKARTA---Siti Fadila Supari, yang sebelumnya  pernah menjabat sebagai Menteri Kesehatan (Menkes) Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid I Tahun 2004 hingga 2009 keluar meninggalkan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPk), Jalan Hajjah Rangkayo Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu sore (9/11/2016), pada sekitar pukul 16:00 WIB.



Sebelumnya diberitakan bahwa Siti Fadila Supari sempat diperiksa oleh penyidik KPK selama 6 jam atau sejak pukul 10:00 WIB pagi tadi. Pemeriksaan tersebut terkait dengan dugaan penerimaan suap berupa "Travel Check" yang diterimanya dari seorang pengusaha yang diduga sebagai imbalan atas penunjukan langsung proyek pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) di Kemenkes RI.

Pantauan Cendana News langsung dari Gedung KPK Jakarta, Siti Fadila Supari tampak memakai kerudung warna merah muda pada saat keluar meninggalkan ruangan, dirinya sempat memberikan sedikit pernyataan kepada para awak media terkait dengan agenda pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik KPK hari ini. Salah satunya mengenai proses lelang tender proyek pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) di Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI tahun 2007.

Meskipun sebelumnya Siti Fadila Supari sempat mengaku tidak dapat beristirahat dan tidur dengan nyenyak selama menjalani masa penahanan sementara di Rumah Tahanan (Rutan) Wanita Pondok Bambu, Jakarta Timur. Namun secara umum keadaan Siti Fadila Supari hari ini terlihat sehat, baik secara fisik dan mental. Siti Fadila Supari bahkan tampak tenang pada saat menjawab berapa pertanyaan dari para wartawan yang telah menunggunya sejak pagi.

"Tadi ditanya penyidik KPK terkait tentang bagaimana proses mekanisme lelang tender pengadaan Alkes di Kemenkes, saya jelaskan kepada penyidik KPK bahwa proses pengadaan tender tersebut sesuai dengan mekanisme dan aturan yang berlaku selama ini di Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI, saya tegaskan bahwa saya tidak pernah menerima imbalan dalam bentuk apapun terkait dengan penunjukan langsung terkait proyek pengadaan Alkes yang menggunakan DIPA Anggaran Revisi APBN tersebut" kata Siti Fadila Supari kepada wartawan, Rabu sore (9/11/2016).

Sebelumnya diberitakan, bahwa mantan Menkes Siti Fadila Supari tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik KPK sejak tahun 2014 yang lalu. Dirinya diduga telah menerima suap atau imbalan terkait dengan penunjukan langsung lelang tender proyek pengadaan Alkes di Kemenkes tahun 2007. Namun meskipun demikian, Siti Fadila Supari baru resmi ditahan oleh penyidik KPK pada pertengahan bulan Oktober 2016 yang lalu.

Jurnalis: Eko Sulestyono/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Eko Sulestyono
Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: