RABU 9 NOVEMBER 2016

JAKARTA---Wali Kota Madiun Bambang Irianto kemarin, Selasa (8/11/2016) menjalani pemeriksaan perdana oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung KPK selama sekitar 8 jam. Sebelumnya Bambang Irianto telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK terkait dengan dugaan korupsi dalam pembangunan Pasar Besar Madiun (PBM) yang terletak di Jalan Jendral Sudirman, Kota Madiun.

Yuyuk Andriati, PLH Kabiro Humas KPK di Gedung KPK Jakarta
Bambang Irianto tiba di Gedung KPK Jakarta pada sekitar Pukul 10:00 WIB, kemudian pada sekitar pukul 18:00 WIB, yang bersangkutan meninggalkan Gedung KPK Jakarta namun hanya terdiam alias tanpa berbicara apapun kepada wartawan. Penyidik KPK rupanya masih belum mau terburu-buru untuk melakukan penahanan terhadap Bambang Irianto.

Penyidik KPK untuk sementara waktu hanya memeriksa dan meminta keterangan yang bersangkutan (Bambang Irianto) sebagai tersangka terkait dengan dugaan kasus perkara Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dalam pembangunan proyek pembangunan Pasar Besar Madiun (PBM) yang menghabiskan anggaran APBN sekitar 76 miliar Rupiah tersebut.

Sebenarnya kasus tersebut sebelumnya pernah ditangani oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Madiun, kemudian juga sempat dilimpahkan kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur. Namun kasus tersebut sempat dihentikan untuk sementara waktu dengan alasan bahwa pihak Kejaksaan Tinggi Jawa Timur belum menemukan atau memiliki alat bukti yang cukup untuk menetapkan Bambang Irianto sebagai tersangka.

Belakangan kasus tersebut akhirnya ditangani penyidik KPK, beberapa hari yang lalu KPK sempat melakukan penggeledahan di sejumlah tempat yang berkaitan dengan Bambang Irianto di Kota Madiun, Jawa Timur dan sebuah tempat di kawasan Jakarta Utara. Pemyidik KPK sempat menyita dokumen atau surat penting lainnya dan kemudian langsung menetapkan Bambang Irianto sebagai tersangka.

"Meski sebelumnya sudah ditetapkan sebagai tersangka, namun penyidik KPK merasa masih belum perlu menahan yang bersangkutan (Bambang Irianto), untuk sementara dirinya masih akan diperiksa dan dimintai keterangannya sebagai tersangka terkait dengan kasus dugaan Tipikor dalam proyek pembangunan Pasar Besar Madiun (PBM) yang menghabiskan anggaran sekitar 76 miliar Rupiah tersebut" demikian dikatakan Yuyuk Andriati, PLH Kabiro Humas KPK di Jakarta, Rabu siang (9/11/2016).


Jurnalis: Eko Sulestyono/Editor:Irvan Sjafari/Foto:Eko Sulestyono
Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: