JUMAT 25 NOVEMBER 2016

MATARAM---Aktivis lingkungan yang juga ulama pengasuh Pondok Pesantren Nurul Haramain, Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), TGH. Hasanain Juaini mengatakan, diperlukan peraturan daerah (Perda) khususnya untuk memelihara kelestrian lingkungan dan kerusakan kawasan hutan di NTB.

Aktivis lingkungan yang juga pengasuh Pondok Pesantren Nurul Haramain, Lombok Barat, Tuan Guru Haji (TGH), Hasanain Juaini.
"Mengatasi kerusakan lingkungan terutama kerusakan kawasan hutan di NTB, selain melalui pendekatan hukum dan persuasif, juga diperlukan perda khusus mengenai kewajiban menanam pohon" kata  Hasanain di Mataram, Jum'at (26/11/2016).

Ia mengatakan, bahkan dalam Perda tersebut kalau perlu diatur, setiap orang di NTB diwajibkan menanam 127 pohon sebagai bentuk pertanggungjawaban terhadap lingkungan yang telah memberi manfaat bagi kehidupan manusia.

Laki-laki berkumis penuh humor, dengan segudang prestasi dan peraih sejumlah penghargaan bergengsi bidang lingkungan tersebut menambahkan, orang terkadang demikian mudah menebang, tapi malas menanam.

"Bisa dibayangkan, 10 orang saja menanam pohon dengan jumlah tersebut, berapa pohon yang akan dihasilkan dan mengembalikan keseimbangan alam" katanya.

Ditambahkan, kewajiban menanam pohon juga bisa diterapkan di lingkungan sekolah atau Perguruan Tinggi, dimana setiap siswa atau mahasiswa baru bisa mengambil ijazahnya kalau sudah menanam pohon.


Jurnalis: Turmuzi/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Turmuzi



Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: