KAMIS 24 NOVEMBER 2016

BALIKPAPAN - Dinas Pendidikan Kota Balikpapan telah mempersiapkan beberapa sekolah percontohan yang akan menerapkan "Full Day School", meskipun surat edaran dari Kementerian Pendidikan Pendidikan dan Kebudayaan belum diterima oleh Balikpapan. 

Kepala Dinas Pendidikan Balikpapan Muhaimin
 
"Kita sudah siapkan sekolahnya, dan kita ambil sekolah percontohan dulu dalam penerapannya tapi kita juga tunggu surat edarannya dari Kementrian dan arahannya seperti apa," ucapnya di sela menghadiri Pencanangan Gerakan Nasional Pekan Deteksi Dini Iva dan Sadanis bagi Ibu Guru di Puskesmas Klandasan Ilir.

Menurutnya, full day school bukan berarti peserta didik belajar seharian di sekolah. Namun sistem yang memastikan bahwa peserta didik bisa mengikuti kegiatan-kegiatan penanaman pendidikan karakter, salah satunya kegiatan ekstrakurikuler.

"Semua kegiatan sekolah dilakukan Senin-Jumat termasuk ekstrakurikulernya. Sehingga anak-anak pada Sabtu dan Minggu bisa dimanfaatkan berkomunikasi dengan orang tua maupun masyarakat sekitar," jelasnya Kamis, (24/11/2016).

Saat ini pihaknya masih menunggu surat edaran dari Kementrian Pendidikan untuk mengetahui kriteria sekolah yang seperti apa dalam penerapannya dan lainnya.

"Ya walau belum ada surat edaran, kami tetap siapkan kalopun nanti diminta oleh Kementerian. Sebenarnya full day school itu bukan hal yang baru karena sekolah swasta di Balikpapan sebagian besar sudah menerapkannya," katanya.

Muhaimin menyebutkan ada sekolah negeri dan swasta yang disiapkan. "Ada tiga SMP dan tiga SMA baru itu. Ada lagi tapi nanti kalo sudah ada surat edarannya dari pusat," tambahnya.

Jurnalis: Ferry Cahyanti/Editor: Irvan Sjafari/Jurnalis Ferry Cahyanti


Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: