JUMAT, 25 NOVEMBER 2016
PONTIANAK---Kepala  Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pengujian Kendaraan (KIR) Dishubkominfo Kota Pontianak, Rohman menyebut, berdasarkan Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan, KIR  merupakan pengujian kendaraan bermotor oleh Dishubkominfo. 

“Dalam hal ini, Unit Pengujian Kendaraan Bermotor memantau secara berkala angkutan barang maupun orang yang tercatat secara administratif di Pontianak berdasarkan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK),” kata Rohman, Jumat (25/11/2016).

Tim Dishubkominfo Kota Pontianak pada saat sosialisai soal KIR.
Tujuan KIR, demikian ia menjelaskan, untuk memastikan bahwa kendaraan yang akan beroperasi layak jalan. Untuk tahapan uji KIR, lanjutnya, yang  pertama terlebih dahulu memastikan kendaraan itu baik, misalnya mempunyai kelengkapan administrasi maupun kelengkapan komponen kendaraan lainnya berupa lampu, spion, bak angkutnya tidak keropos, dan bannya lengkap berikut ban serep.

“Tahapan selanjutnya, pengujian, dimana sebuah kendaraan diuji kelayakannya. Pada saat pengujian ini, dilakukan uji emisi, apakah melampaui ambang batas atau tidak, selain itu adalah uji kinerja rem dan lain sebagainya,” ucapnya.

Para petugas menempelkan pengumuman soal KIR.
Kata Rohman pula, KIR diwajibkan bagi kendaraan angkutan orang maupun barang. KIR dilakukan bagi pemilik kendaraan setiap enam bulan sekali.  Ini adalah upaya dari Pemerintah Kota Pontianak untuk memastikan kendaraan yang beroperasi di jalan raya memang layak.

“Sehingga keamanan dan keselamatan lebih terjamin, baik bagi pengendara kendaraan itu maupun pengguna jalan lainnya,” pungkas Rohman.

Jurnalis: Aceng Mukaram/ Editor: Satmoko/ Foto: Dishubkominfo Kota Pontianak
Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar: