RABU 9 NOVEMBER 2016

JAKARTA--- Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan menyampaikan bahwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan ekonomi di kisaran 5,02 persen year on year dan 3,2 persen quarter to quarter.

Taufik Kurniawan


Menurut Taufik, angka pertumbuhan ini, menurun atau melambat dibanding dengan pertumbuhan pada kuartal II 2016 di angka 5,19 persen year on year dan 4,03 persen quarter to quarter.

Secara umum, dirinya menilai angka tersebut masih bisa diterima mengingat kondisi ekonomi global/dunia yang masih lesu. Demikian juga mengingat belanja pemerintah yang mengalami penghematan. Pelemahan konsumsi pemerintah disebabkan penghematan tersebut.

"Ekonomi global/dunia fluktuatif, tapi situasi kekinian Indonesia saat ini saya rasa cukup baik ya, hal ini mengingat Sektor ekonomi seharusnya menjadi konsen kita semua khususnya pemerintah," kata Taufik saat dihubungi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (9/11/2016).

Dikatakan, kondisi ekonomi global yang belum kuat dan harga komoditas yang rendah membuat ekonomi dalam negeri menerima imbas signifikan.

"Saya kira kita patut mengapresiasi kinerja pemerintah di tengah kondisi ini, yang masih mampu mempertahankan pertumbuhan di atas 5 persen. Hal yang sama juga dikuatkan dengan konsumsi rumah tangga yang masih tumbuh kuat dengan perkembangan harga yang cukup terjaga," paparnya.

Taufik menambahkan, pelambatan ekonomi dibandingkan kuartal sebelumnya masih menggembirakan, meskipun masih harus disertai perbaikan. DPR dalam hal ini masih berharap pada kuartal IV pemerintah akan memaksimalkan belanja.

"Tentu saja kenaikan belanja menjelang akhir tahun akan berkontribusi pada peningkatan konsumsi dan investasi serta bisa menjadi pemicu kenaikan angka pertumbuhan di kuartal berikutnya. Meski harus mewaspadai kondisi ekonomi global," imbuhnya.

Selain itu, lanjutnya, iklim investasi dalam negeri cukup baik. Kesigapan pemerintah dalam merespons berbagai persoalan cukup memberi jaminan rasa aman dan iklim yang sejuk, khususnya bagi investasi.

"Saya minta pemerintah harus melihat kondisi ekonomi Indonesia, mengingat ekonomi harus menjadi prioritas utama," tutup Taufik.

Jurnalis: Adista Pattisahusiwa/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Adista Pattisahusiwa
Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: