RABU, 2 NOVEMBER 2016

SOLO --- Kejakasaan Negeri (Kejari) Kota Solo, Tawa Tengah, menangkap Direktur CV. Pratama Raya, Roby Tansatresna. Ia ditangkap Kejari Solo dalam kasus dugaan korupsi pengadaan mesin gear box pabrik gula Gondang Baru, Klaten, senilai Rp 725 juta.


“Tersangka ditangkap karena tidak kooperatif. Kami sudah melayangkan surat pemanggilan hingga dua kali namun yang bersangkutan, sehingga kita melakukan penangkapan dan penahanan,” papar Kepala Kejari  Solo, Didik Joko Adi Purwoko kepada awak media, Rabu (02/11/2016).

Penangkapan terhadap rekanan pabrik Gula Gondang Baru, Klaten itu dilakukan pada Senin (31/10/2016) lalu, sekitar pukul 18.30 WIB. Tim Kejari Solo dibantu dengan Kejari Surabaya menangkap pelaku di kediamannya. “Saat ditangkap tidak ada perlawan dari yang bersangkutan,” lanjut Didik.

Dijelaskan, sebagai rekanan PT. Perkebunan Negara (PTPN) IX (Persero), Direktur CV. Pratama Raya itu menandatangani kontrak kerjasama pengadaan barang dan operasional pada tahun anggaran 2011 – 2012 senilai Rp 1,2 miliar. Sebagai salah satu poin kontrak  tersebut menyebutkan anggaran untuk pengadaan mesin gear box PG Gondang Baru Klaten senilai Rp 725 juta.

“Ternyata pengadaan gear box tersebut tidak sesuai dengan kontraknya. Dimana  pada kontrak tertulis gear box tersebut buatan jepang dan merupakan barang baru, namun setelah dilakukan penyelidikan, ternyata gear box tersebut merupakan barang bekas,” ungkap Kajari.

Pihaknya sudah menghubungi pihak perusahaan yang dimaksud di Jepang, dan  pihak yang bersangkutan mengaku tidak pernah memproduksi barang tersebut. “Jumlah kerugian akibat kasus korupsi yang dilakukan tersangka sebesar Rp 725 juta. Saat ini, tersangka ditahan di kantor Kejari Solo, selanjutnya tersangka akan dititipkan di rumah tahanan sampai nanti dipindahkan ke Semarang,” imbuhnya.

Tersangka diancam dengan pasal 2 ayat 1 juncto pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 juncto Nomor 20 Tahun 2001, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.  Tersangka diancam hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara. 
Jurnalis : Harun Alrosid / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Harun Alrosid
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: