Ekonomi Indonesia Triwulan III 2016 Melambat Dibandingkan Dengan Triwulan II 2016

27
SELASA, 8 NOVEMBER 2016

JAKARTA — Menurut keterangan resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat pada saat menggelar acara jumpa pers di Kantor BPS Pusat di Jakarta menyatakan bahwa meskipun perkembangan perekonomian secara global atau dunia akhir-akhir ini cenderung tidak stabil dan kurang merata, namun perkembangan perekonomian di Indonesia pada Triwulan III Tahun 2016 ternyata masih bisa tumbuh sebesar 5,02 % secara Year on Year (YoY) dengan pertumbuhan kumulatif sebesar 5,04 %.
Meskipun perekonomian Indonesia mampu tumbuh diatas 5 %, namun sebenarnya perkembangan perekonomiannya cenderung mengalami perlambatan apabila dibandingkan dengan jumlah pertumbuhan perekonomian Indonesia yang terjadi pada Triwulan II Tahun 2016 sebelumnya, dimana  pada waktu itu mampu tumbuh sebesar 5,19 %.
Sementara itu, perkembangan perekonomian Indonesia apabila diukur berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) dengan harga yang berlaku pada Triwulan III Tahun 2016 tercatat mencapai 3.216 triliun Rupiah. Apabila dilihat berdasarkan harga konstan sejak Tahun 2010 tercatat mencapai 2.428,7 triliun Rupiah.
Perekonomian Indonesia pada Triwulan III Tahun 2016 terhadap Triwulan III Tahun 2015 atau secara YoY mampu tumbuh sebesar 5,02 %, namun cenderung melambat dibandingkan dengan Triwulan II Tahun 2016 yang mampu tumbuh sebesar 5,19 %. Dari sisi produksi pertumbuhan perekonomian didorong  oleh hampir di semua lapangan usaha, seperti Lapangan Usaha Informasi dan Komunikasi sebesar 9,20 %.
Perekonomian Indonesia pada Triwulan III 2016 terhadap Triwulan sebelumnya atau secara Q to Q ternyata mampu mengalami pertumbuhan sebesar 3.20 %. Sedangkan perkembangan perekonomian Indonesia sampai dengan Triwulan III Tahun 2016 ternyata mampu mengalami pertumbuhan sebesar 5,04 %.
Suhariyanto, Kepala BPS Pusat mengatakan “struktur perekonomian secara nasional sepanjang Triwulan III 2016 didominasi oleh kelompok provinsi yaitu pertama Pulau Jawa, kedua Pulau Sumatera dan ketiga Pulau Kalimantan, BPS meliris bahwa Pulau Jawa mampu memberikan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yaitu sebesar 58,40 %, kedua adalah Pulau Sumatera yaitu sebesar 22,02 % dan yang ketiga adalah Pulau Kalimantan yaitu sebesar 7,72 %” katanya saat jumpa pers di kantornya, Senin siang (7/11/2016).


Jurnalis : Eko Sulestyono / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Eko Sulestyono

Komentar