KAMIS, 17 NOVEMBER 2016

BANDUNG --- Ahmad Rosidi (62) tampak lihai meraut pohon bambu menjadi alat musik khas Sunda, yaitu angklung. Sudah empat dekade, sejak tahun 1976 silam Ahmad menjadi salah satu sosok vital di Saung Angklung Udjo (SAU), Jalan Padasuka, Kota Bandung.

Ahmad Rosidi
Kini, Ahmad kerap membagikan ilmunya kepada para pengunjung SAU untuk membuat angklung yang berkualitas. Dia berharap ada generasi muda yang bisa meneruskan profesinya.

"Karena sekarang anak-anak muda atau orang-orang kota jarang sekali yang bisa membuat angklung walaupun yang bisa memainkannya banyak," ujar Ahmad kepada media di Bandung, Kamis (17/11/2016).

Sejak kecil, Ahmad memang menyukai berbagai macam alunan musik khas Tanah Pajajaran. Memainkan kecapi maupun suling adalah hobinya kala itu. Tahun 1974 ia mulai belajar membuat angklung selama dua tahun kepada kerabatnya dari Tasikmalaya, Jawa Barat.

"Setelah itu saya bertemu dengan Pak Udjo dan sampai sekarang saya membuat angklung di Saung Angklung Udjo," katanya.

Pria kelahiran Jakarta 1952 ini merasa beruntung bisa berprofesi sebagai pembuat angklung. Dalam satu hari Ahmad mampu membuat tiga hingga empat buah angklung.

"Saya mengejakan apa yang saya cintai dan mencitai apa yang saya kerjakan. Kalau dengan hati pekerjaan apapun akan awet," katanya.


Sebagai pengrajin angklung, namanya pun cukup harum hingga luar negeri. Itu setelah stasiun televisi yang berbasis di Doha, Qatar yakni Al Jazeera meliputnya. Kendati demikian di Indonesia ia dikenal dengan nama Pak Rahmat, setelah salah satu media cetak nasional salah mengutip namanya pada tahun 1981 lalu.

"Tapi waktu ada liputan dari Al Jazeerah saya mengenalkan diri bernama Rahmat saat tayang namanya jadi Ahmad," pungkasnya sembari tertawa.
Jurnalis : Rianto Nudiansyah / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Rianto Nudiansyah
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: