SELASA, 15 NOVEMBER 2016

SOLO --- Permasalahan Gender masih menjadi permasalahan yang hingga saat ini masih sering dikeluhkan oleh sebagian kalangan. Tingginya tindak kekerasan dan pelecehan seksual di Indonesia menjadikan sosok perempuan sulit untuk berperan aktif menjadi solusi bagi bangsa.


 “Perempuan di Indonesia masih rentan menjadi korban, baik kejahatan fisik maupun psikis.  Jumlah penduduk Indonesia memang lebih banyak perempuan, namun faktanya saat ini kaum perempuan belum mampu menjadi solusi bangsa dan masih menjadi beban,” ucap Anggota DPR RI, Endang Srikarti dalam Sosialsiasi empat Pilar Kebangsaan yang digelar di Pendapo Balaikota Solo, Selasa (15/11/16).

Posisi perempuan yang masih menjadi nomor dua setelah laki-laki, membuat politisi Partai Golkar itu mengajak kaum perempuan di Indonesia untuk bangkit dan berperan aktif di semua lini kehidupan. Sebab, Undang-undang telah menyebutkan jika negara tidak tidak pernah membeda-bedakan jenis kelamin dalam mengisi kemerdekaan. “Ini sebagaimana yang ada di UU Dasar 1945,  dimana negara tidak membedakan antara laki-laki dengan perempuan,” terangnya.

Anggota Komisi VI DPR RI itu menegaskan, 4 Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika, merupakan nilai-nilai luhur bangsa yang perlu disebarluaskan dan dimasyarakatkan. Sebab, keberadaannya sangat penting, terutama ditanamkan pada setiap individu bagi kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.

Dalam sosialisasi ini, Endang tidak menampik jika saat ini diskriminasi terhadap perempuan masih dijumpai. Terutama dalam persaingan dunia kerja dan dunia usaha. Termasuk, perempuan yang berhadapan hukum maupun yang menjadi korban dari tindak kejahatan. “Kami terus dorong agar tindak kekerasan pada perempuan bisa diminimalisir atau bahkan tidak ada lagi. Termasuk perempuan yang berhadapan hukum juga harus diberikan hak-haknya sebagai perempuan,” imbuhnya.


Melalui Sosialisai empat Pilar Kebangsaan ini, Endang berharap perempuan tidak lagi dipandang sebagai orang kedua setelah laki-laki. Tak hanya itu, ia juga meminta masyarakat berlaku adil kepada perempuan sehingga tidak ada lagi diskriminasi, baik secara hukum maupun sosial bermasyarakat.

“Kami juga berharap adanya penegakan hukum yang tegas dari aparat, agar perempuan dapat dilindungi dari segala bentuk tindak kekerasan. Diharapkan seluruh masyarakat dapat secara sadar memahami nilai-nilai empat pilar bangsa sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta penyelenggaraan ketatanegaraan,” pungkasnya. 
Jurnalis : Harun Alrosid / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Harun Alrosid
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: