RABU, 23 NOVEMBER 2016

YOGYAKARTA --- Tak sekedar melakukan penindakan hukum, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam upaya memberantas tindak pidana korupsi juga melakukan berbagai upaya pencegahan, diantaranya kampanye sosial integritas atau kejujuran dengan melibatkan kelompok mahasiswa sebagai peserta dalam sebuah festival.

Saut Situmorang dan  Gregorius Sri Nurhartanto (tengah)
Festival Integritas Kampus 2016, demikian nama salah satu program upaya pencegahan berkembangnya korupsi yang diadakan oleh KPK, yang menyasar sekelompok mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.

Tahun ini, dalam festival tersebut KPK menggandeng tiga perguruan tinggi di tiga provinsi, yaitu Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Universitas Diponegoro (UNDIP) di Semarang, Jawa Tengah, dan Universitas Brawijaya Malang di Jawa Timur.

"Program ini merupakan salah satu upaya pencegahan korupsi yang dilakukan KPK melibatkan mahasiswa," jelas Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang, saat menghadiri penyerahan hadiah Festival Integritas Kampus di Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Rabu (23/11/2016).

Saut mengungkapkan, tugas KPK selama ini tidak hanya melakukan penindakan hukum, namun juga koordinasi, supervisi atau pengawasan, pemantauan atau monitoring dan pencegahan yang dimulai di lintas sektor termasuk dunia pendidikan mulai dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Perguruan Tinggi.

Dengan tema festival 'Buat Jejak Masa Depanmu', lanjut Saut, KPK ingin mendorong para mahasiswa melakukan kampanye sosial untuk merespon persoalan yang ada di sekitar mereka. Tujuannya agar lebih banyak mahasiswa yang terpapar isu integritas dan menjadikan kejujuran sebagai dasar dalam melakukan perubahan.

"Gerakan yang dilakukan mahasiswa bisa memberikan efek positif. Bisa melatih integritas sebelum memasuki dunia kerja. Apalagi, mahasiswa itu calon pemimpin yang harus memiliki integritas," tegas Saut.

Dalam Festival Integritas Kampus 2016, panitia telah menerima 90 proposal kampanye sosial anti korupsi yang diajukan oleh kelompok mahasiswa dari tiga kota tersebut. Proposal-proposal itu kemudian diseleksi untuk menentukan pemenang mulai dari urutan pertama, kedua, dan ketiga di masing-masing kota.

Bagi para pemenang, KPK memberikan hadiah uang tunai dan piagam. Juara pertama memperoleh uang tunai Rp. 15 Juta, juara kedua Rp. 10 Juta, dan juara ketiga Rp. 7,5 Juta. 

Sebelum di Yogyakarta, KPK juga telah bertandang ke Semarang, Jawa Tengah, pada 16 November 2016 lalu. Kegiatan serupa juga akan digelar di Malang, Jawa Timur, pada 30 November 2016 nanti.

Rektor UAJY, Gregorius Sri Nurhartanto, dalam kesempatan yang sama, mengatakan, integritas harus terus dilakukan meski tidak ada festival. 

"Kejujuran harus dijalankan setiap saat tanpa mengenal waktu,"sebutnya.
Jurnalis : Koko Triarko / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Koko Triarko
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: