SENIN, 28 NOVEMBER 2016
SOLO---Puluhan anggota Forum Lintas Iman di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, menggelar doa bersama untuk kaum muslim Rohingya yang  tengah mengalami aksi kekerasan dari militer negara Myanmar. Doa bersama yang ditandai dengan penyalaan lilin ini menjadi harapan, agar konflik dan kekerasan yang menimpa umat Islam Rohingya segera dihentikan. 

“Kegiatan yang sederhana ini kami berharap menjadi penabuh atau penyebar untuk menyuarakan stop kekerasan terhadap muslim Rohingya,” ucap perwakilan aksi, pendeta  Harno Sakino, Senin petang (28/11/16).

Pendeta  Harno Sakino menyampaikan keprihatinannya soal nasib kaum muslim di Rohingya.
Melalui doa bersama yang digelar di Vihara Budha Kirti, di Keluranan Bareng, Kecamatan Klaten Tengah itu, mengajak seluruh masyarakat baik dari suku, agama dan bangsa apa pun untuk menghentikan segala bentuk kekerasan.

 “Dan yang terlihat di Myanmar adalah kekerasan militer kepada agama. Oleh karena itu, mari bersama-sama menyuarakan perdamaian dunia. Dan mempunyai rasa keprihatinan kepada sesama,” imbuh anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Klaten tersebut.

Warga yang tergabung dalam FKUB Klaten memanjatkan doa untuk kaum muslim Rohinya.
Dalam aksi Doa Bersama ini, tak kurang dari 70 perwakilan dari masing-masing agama ikut memanjatkan doa agar kekerasan yang dialami muslim Rohingya segera berakhir. Mulai Islam, Hindu, Budha, Kristen, Katolik, dan Penghayat. Setiap perwakilan agama menyampaikan doa mereka satu per satu, agar konflik dan kekerasan yang dialami kaum muslim Rohingya segera dihentikan.

 Ditambahkan, FKUB Klaten sebagai salah satu penggiat lintas iman, merasa perlu menyatakan sikap atas kondisi apa pun yang terlebih lagi melibatkan unsur agama dalam sebuah kekerasan.

“Semoga apa yang secara sederhana kami lakukan ini bisa menjadi penabur harapan untuk kemanusiaan secara luas. FKUB juga mendesak PBB sebagai organisasi negara-negara di dunia untuk turun tangan menyelesaikan permasalahan yang melanda umat Islam Rohingya,” pungkasnya. 

Jurnalis: Harun Alrosid / Editor: Satmoko / Foto: Harun Alrosid

Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar: