SENIN, 28 NOVEMBER 2016
BANDUNG---Warga kota Bandung yang tergabung dalam Forum Warga Bandung Peduli Perubahan (FWBPP) mendesak Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (Emil) untuk tidak maju pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2018 mendatang. Warga menilai masih banyak janji-janji Ridwan Kamil saat kampanye belum terpenuhi hingga kini.

Dodi Permana selaku penggagas FWBPP berharap Emil tetap memimpin kota Bandung hingga masa baktinya usai pada 2018 nanti karena hingga kini perubahan belum terjadi secara signifikan di Ibu Kota Provinsi Jawa Barat itu.

"Tiga tahun berjalan Ridwan Kamil belum membawa perubahan yang signifikan. Tapi bukan berarti gagal, banyak perubahan secara fisik, tapi belum menyeluruh," kata Dodi usai Deklarasi Forum Warga Bandung Peduli Perubahan (FWBPP), di Jalan Parakan Waas, Kota Bandung, Senin (28/11/2016).

Sejumlah warga dalam FWBPP mendeklarasikan supaya Emil tidak maju dalam Pilgub.
Diakui Dodi, program yang digagas Emil hingga kini belum menyentuh secara keseluruhan. Seperti banjir yang menjadi pekerjaan rumah bagi Emil karena masih kerap menerjang kota Bandung.

"Terus juga kesejahteraan bagi masyarakat belum kita rasakan. Jadi kalau itu belum terpenuhi, jangan tinggalkan Kota Bandung dulu. Penuhi janji-janjinya saat kampanye dulu," tuturnya.

Hal senada pun diungkapkan Leni Iskandar (55). Warga asal Kecamatan Regol, Kota Bandung ini bahkan berharap Emil menjabat dua periode di Kota Bandung. Hal itu bukan tanpa sebab, karena dinilainya banyak program jangka panjang yang dicetuskan Emil seperti pembangunan kereta cepat dan penanggulangan banjir yang kini kian parah.

"Kalau Pak Emil menjabat dua periode mungkin Bandung bisa jauh lebih baik. Karena program seperti kereta cepat itu kan butuh waktu lama. Terus juga sekarang kan banjir masih belum beres, malah nambah parah," ujar Leni.

Harapan warga tersebut pun baru akan terjawab pada Desember nanti. Pasalnya Emil akan menutuskan langkah politiknya termasuk untuk pencalonan Pilgub Jabar pada Desember nanti, setelah melakukan survei secara interen.


Jurnalis: Rianto Nudiansyah / Editor: Satmoko / Foto: Rianto Nudiansyah
Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar: