SELASA, 29 NOVEMBER 2016
SURABAYA--- Dalam rangka perayaan hari jadi ke-54 Program Studi Teknik Sipil Universitas Kristen Petra Surabaya (U.K. Petra), hari ini Selasa (29/11/2016), maka digelar acara seminar dan bedah buku. Seminar yang mengangkat tema Best Practice in Civil and Structural Engineering Works ini, mendatangkan beberapa pemateri ahli yang dilaksanaan di Auditorium U.K. Petra.

Salah satu pemateri yang didatangkan yakni Ir. Gambiro Suprapto, M.Sc yang ahli di bidang teknik sipil dari PT. Wijaya Karya Beton. Dalam seminar kali ini, lelaki yang akrab disapa Gambiro ini membawakan materi terkait aplikasi sistem lantai hollow core slab pada gedung pracetak tahan gempa.

Seminar yang membahas aplikasi sistem lantai hollow core slab pada gedung pracetak tahan gempa.
Dia menerangkan, ada tiga hal penting yang menjadi strategi dalam mendesain gedung pracetak dengan hollow core slab (HCS). Pertama, lantai HCS yang merupakan  one way slab harus difungsikan sebagai two way slab, agar bisa berperan sebagai diafragma. Kedua, struktur rangka dibuat sedemikian rupa sehingga mempunyai karakter mendekati rangka beton monolit. Ketiga, memanfaatkan kondisi pin connection pada fase kontruksi dan fix connection pada masa layan.

Gambar  ilustrasi desain diafragma.
"Asumsi permodelan klasifikasi lantai diafragma juga ada tiga yaitu, rigid, semi-rigit, dan fleksibel," terangnya saat memaparkan materi dalam sesi III seminar ini.

Gambiro menambahkan, masing-masing asumsi permodelan tersebut memiliki uraian yang berbeda-beda. Untuk model rigid ini memiliki kekakuan yang tak terhingga dengan distribusi gaya-gaya lateral berdasarkan kekakuan elemen vertikal.

"Model ini merupakan permodelan paling umum untuk diafragma beton," katanya.

Sedangkan untuk semi-rigid, lanjutnya, merupakan model paling realistis akan tetapi membutuhkan waktu yang lama dan sulit dalam pengaplikasiannya.

"Tapi sekarang sudah dipermudah dan sudah bisa dianalisis kekakuannya dengan menggunakan perangkat lunak struktur," bebernya.

Model lantai diafragma fleksibel, Gambiro menguraikan, pengaplikasiannya dipertimbangkan atas bentang geser yang bertumpu sederhana dengan distribusi gaya-gaya lateral ke elemen vertikal berdasarkan kontribusi pembebanan.

Sementara itu, terkait acara seminar ini, humas UK Petra menginformasikan bahwa seminar ini memang ditujukan untuk masyarakat umum.

"Bisa menjadi berguna di tengah masyarakat. Itulah yang terus dilakukan oleh UK Petra," tulis humas UK Petra dalam siaran persnya.

Jurnalis: Nanang WP / Editor: Satmoko / Foto: Nanang WP
Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar: