SELASA, 15 NOVEMBER 2016

SOLO --- Pemerintah Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah menggelar Festival Rebana Modern, sering disebut Qosidah. Dihelatnya lomba salah satunya untuk mewadahi pecinta musik islami modern, yang selama tiga tahun terakhir pertumbuhannya sangat tinggi.


“Di Karanganyar ini musik islami rebana modern sangat banyak. Masing-masing kecamatan mempunyai lebih dari dua grup. Sebenarnya kalau pesertanya boleh lebih dari satu tiap kecamatan, mereka akan mengirimkan lebih banyak lagi,” ucap Ketua Panitia Festival Qosidah, Sukamto kepada Cendana News, Selasa (15/11/16).

Dalam festival Qosidah kali ini, setidaknya 17 grup ikut beradu mewakili 17 Kecamatan yang ada di Karanganyar. Festival Qosidah sendiri merupakan kali ketiga digelar. “Kita berharap kesenian Islam terus tumbuh dan berkembang di Karanganyar. Sebab, minat masyarakat terhadap musik ini cukup besar. Terbukti setiap ada hajatan warga, mereka selalu diminta tampil,” ungkapnya.

Menurut Sukamto, nilai yang ingin diambil dalam festival Qosidah  ini adalah seni dan tradisi Islam terus dikembangkan. Seni dan budaya tersebut setelah dilestarikan dapat menjaga harmoni kehidupan dalam bermasyarakat dan berbangsa.

“Minat masyarakat dalam berkesenian sangat besar. Itu harus diwadahi dengan baik. Karena seni ini bisa menjadi harmoni dalam kehidupan. Lebih-lebih seni itu dalam bingkai ajaran agama yang suci dan mulia,” tekannya.


Sedangkan untuk lomba qosidah ini,  memperebutan  juara 1,2 dan tiga. Selain mendapat piala, jura juga akan mendapatkan uang pembinaan sebesar  Rp 5 juta. “Festival Qosidah ini kita gelar juga dalam rangka HUT Karanganyar ke- 99,” pungkasnya.
Jurnalis : Harun Alrosid / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Harun Alrosid
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: