RABU 30 NOVEMBER 2016

SUMENEP --- Dalam rangka menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berbagai macam cara dilakukan Komando Distrik Militer (Kodim) 0827 Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.  Salah satunya dengan menggelar gerakan Nusantara Bersatu yang bertujuan untuk membangkitkan kebersamaan guna meningkatkan persatuan dan kesatuan di tengah kondisi Negara sedang mengalami dinamika.

Suasana gerakan Nusantara Bersatu di Sumenep.
Kegiatan gerakan Nusantara Bersatu yang digelar di depan Masjid Jamik daerah ujung timur Pulau Madura pada hari Rabu (30/11/2016), dihadiri oleh seluruh elemen masyarakat dan tokoh dari lintas agama. Sehingga dalam acara tersebut mengikatkan kepada seluruh masyarakat untuk bersatu menjaga Bhinneka Tunggal Ika.

"Tujuan dari kegiatan gerakan Nusantara Bersatu ini mengingatkan kembali kepada seluruh komponen masyarakat bahwa Bhinneka Tunggal Ika pada saat ini d itengah dinamika bangsa yang begitu dinamis. Sehingga diperlukan kerjasama kesatuan dan persatuan dimana Indonesia milik kita bersama," kata Letkol Inf. Budi Santosa, Komadan Kodim 0827 Sumenep, Rabu (30/11/2016).

Disebutkan, bahwa memang ancaman-ancama terhadap bangsa ini pasti ada, makanya dengan kondisi seperti sekarang harus bekerjasama dan menyadari ancaman itu dilihat dari indikasi-indikasi yang ada. Oleh sebab itu, apabila seluruh elemen masyarakat tidak bersatu, secara mudah bangsa ini akan terombang-ambing yang dapat menggoyah persatuan hingga bisa dihancurkan dari dalam maupun luar negeri.

"Antisipasi yang dipersiapkan di tubuh Tentara Nasional Indonesia (TNI) adalah dengan melaksanakan latihan-latihan sesuai dengan program yang ada. Dimana kita akan mempersiapkan apabila suatu saat menghadapi ancaman yang secara konvensional mengancam diri kita tentunya dihadapi dengan kekuatan yang ada," jelasnya.

Sedangkan apabila ada ancaman dari dalam seperti narkoba, pihaknya akan terus memberikan pencerahan terhadap seluruh elemen masyarakat untuk menjauhi dan memberantas secara bersama-sama. Selain itu masyarakat juga diharapkan tidak mudah terprovokasi dengan adanya isu-isu sara yang akan memecah belah kesatuan dan persatuan bangsa.

Jurnalis: M.Fahrul/Editor: Irvan Sjafari/Foto: M.Fahrul

 
Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: