SENIN 14 NOVEMBER 2016

LAMPUNG---Masyarakat pesisir pantai di Lampung sebagian besar merupakan nelayan tangkap di perairan Selat Sunda, Teluk Lampung, Perairan Laut Jawa. Kehidupan yang tergantung dari laut dan perairan tersebut menjadikan masyarakat nelayan memiliki kebersamaan dan jiwa gotong royong yang tinggi.

Bergotong royong mendorong perahu saat air pasang.
Kebersamaan yang dilakukan tak hanya saat di laut melainkan saat di darat. Rasa senasib sepenanggungan dengan mata pencaharian yang sama dan tempat mencari nafkah yang sama membuat masyarakat nelayan yang bersahaja dan sederhana masih tetap menjaga nilai nilai kebersamaan.

Kegiatan yang dilakukan nelayan dalam menjaga kebersamaan diantaranya dengan melakukan aktifitas melaut secara berkelompok dan bersama sama sementara aktivitas lain pun dilakukan dengan saling bekerjasama. Mereka mengerjakan perbaikan perahu dan menarik perahu saat air pasang dan surut dengan meminggirkan perahu atau membawa perahu ke tengah merupakan pekerjaan yang harus dilakukan secara bersama karena ukuran perahu yang cukup besar dan berat.

Kegotongroyongan para nelayan yang masih tetap dipertahankan tersebut merupakan pemandangan sehari hari masyarakat pesisir Lampung Selatan. Meski memiliki keterbatasan, jiwa sahaja dan semangat kegotongroyongan tetap dilestarikan dan menjadikan laut sebagai sumber mencari penghasilan.

Berbagai rasa syukur juga dilakukan dengan melakukan ruwat laut yang tak lepas dari semangat kebersamaan. Membawa perahu baru yang akan diluncurkan ke laut untuk mencari ikan oleh masyarakat nelayan pun tetap dilakukan dengan upaya bersama. Gambaran kebersamaan para masyarakat nelayan tersebut tererkam dalam lensa Cendana News berikut:

Menaikkan perahu ke darat.

Upacara syukuran punya perahu baru.

Ruwat laut.

Jurnalis : Henk Widi/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Henk Widi
Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: