SENIN 7 NOVEMBER 2016

YOGYAKARTA---Dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Hediati Soeharto meninjau Pasar Tradisional Argosari di Kota Wonosari, Senin (7/11/2016). Titiek sempat terlihat kecewa, saat melihat masih ada bawang putih impor yang dijual oleh para pedagang.

Titiek Soeharto sedang berbincang-bincang dengan seorang pedagang di pasar tradisional Wonosari.




Didampingi Bupati Gunungkidul, Badingah, Titiek Soeharto meninjau kondisi pasar tradisional terbesar di Kota Wonosari, Gunungkidul. Selain mendapati masih adanya bawang putih impor di pasaran, Titiek Soeharto juga menemui kenaikan harga cukup besar yang terjadi pada beberapa jenis komoditas lokal seperti bawang merah dan cabe rawit.

Salah seorang pedagang di Pasar Argosari, Poniyem (50), kepada Titiek Soeharto mengeluhkan naiknya harga cabe rawit yang telah terjadi selama sepekan ini. Dikatakan Poniyem, harga cabe rawit merah saat ini mencapai Rp60.000 per kilogram, dari harga sebelumnya sebesar Rp56.000. Selain cabe, kenaikan harga juga terjadi pada komoditas lain seperti bawang merah, dari harga Rp35.000 per kilogram menjadi Rp40.000.

Titiek Soeharto sempat terlihat kecewa.


Kenaikan harga yang terjadi sepekan ini dirasa memberatkan, tidak hanya bagi para konsumen, melainkan juga bagi para pedagang. Tingginya harga tersebut berimbas pada berkurangnya  omzet penjualan . Terhadap berbagai keluhan itu, Titiek Soeharto menyatakan, pihaknya akan melakukan beberapa langkah guna menekan kenaikan harga.  Titiek Soeharto juga meminta masyarakat untuk bersabar, karena kenaikan harga saat ini juga dipengaruhi oleh cuaca yang kurang mendukung.

Menurut Titiek, anomali cuaca memang telah memberi dampak menurunnya hasil produksi pertanian seperti cabe dan bawang merah.

Titiek Soeharto: KRPL mampu memberdayakan warga masyarakat memanfaatkan perkarangan.


Di sisi lain, Titiek mengungkapkan, pentingnya pengembangan program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Program ini mampu memberdayakan warga masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam komoditas pertanian seperti cabe, sayur mayur dan sebagainya, sehingga tidak harus selamanya membeli di pasar.

"Ini pentingnya KRPL, agar masyarakat bisa mandiri dalam memenuhi kebutuhan sayur mayur dan sebagainya, sehingga ketika terjadi kenaikan harga tidak terlalu merasa berat", pungkasnya.

Jurnalis: Koko Triarko/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Koko Triarko
Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: