SELASA, 8 NOVEMBER 2016

BANDUNG --- Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrowi menilai, perlu ada kongres atau dialog nasional untuk menghindari gesekan antara suporter sepak bola yang kerap terjadi.


Berdasarkan riset yang dilakukan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Save Our Soccer (SOS) tercatat ada 54 suporter tewas. Data tersebut dihimpun sejak Liga Indonesia tahun 1993/1994.

"Dialog supoter nasional itu dilakukan harus masif, terencana, terukur dan dimulai dengan kesadaran bersama bahwa suporter ramah bukan suporter marah. Slogan ini yang harus kita dengungkan ke seluruh penjuru Tanah Air," ujar Imam di Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa (8/11/2016).

Ia juga menyampaikan harus ada regulasi yang memberikan ruang kepada suporter dalam mentukan arah kebijakan klub. Sehingga bila terjadi sesuatu kepada suporter maka konsekuensi hukumnya dilimpahkan pula kepada klub.

"Sampai hari ini saya rasa belum ada. Saya ambil contoh, bagaimana persentasi saham di klub itu harus diberikan kepada suporter, sehingga ada konsekuensi logis bilamana terjadi sesuatu kepada suporter atau kepada klub," paparnya.

Imam juga berharap ada peran dari para pemimpin, seperti gubernur, walikota juga presiden klub untuk mencari jalan keluar bersama-sama. Namun yang lebih penting yaitu ada upaya jangka panjang, agar ada efek jera kepada suporter yang tidak mentaati aturan.

"Namun demikian, ini belum bisa dilaksanakan dengan baik selagi semangat untuk menjadikan sepak bola sebagai pemersatu belum dimulai oleh kepanitiaan regulator," katanya.

Ia mengklaim, sejauh ini pihaknya sudah terus mendorong para pemimpin di setiap suporter tim agar menjalin komunikasi dengan baik. Hanya saja struktur suporter di Indonesia mayoritas tidak terlembaga dengan baik.

"Masing-masing di kabupaten kota, komunitas pasti memilki pemimpin masing masing, tetapi ketika klub tampil sudah menjadi satu," ungkapnya.

Imam menegaskan, penegakan hukum menjadi kunci andaikata ada yang melanggar di dalam stadion maupun di luar stadion. Soal tindak kejahatan maupun kekerasan di ranah sepak bola ia serahkan kepada pihak berwajib.

"Saya serahkan kepada kepolisan dan aparat hukum untuk mengusut tuntas dan memberikan efek jera agar peristiwa seperti itu tidak terulang lagi," ucapnya.
Jurnalis : Rianto Nudiansyah / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Rianto Nudiansyah
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: