RABU 2 NOVEMBER 2016
BALIKPAPAN --- Laju inflasi sepanjang November nanti diperkirakan akan dipengaruhi oleh resiko kondisi cuaca. Mengingat awal November ini diperkirakan cuaca hujan melanda kota Balikpapan. 
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Suharman Tabrani

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Suharman Tabrani mengungkapkan laju inflasi masih sesuai dengan perkiraan bank sentral dan catatan inflasi pada tahun-tahun sebelumnya, di mana pola historis inflasi Kota Balikpapan pada awal kuartal IV memang menurun dan akan meningkat menjelang akhir tahun.

BPS mencatat hampir seluruh kota di pulau Kalimantan mengalami deflasi, kecuali Kota Tarakan yang mengalami inflasi sebesar 0,31%. Adapun deflasi tertinggi dialami oleh Kota Sampit, yakni sebesar -0,63%.

"Balikpapan sendiri pada Oktober tercatat deflasi 0,07% dengan laju inflasi year to date mencapai 2,71%," katanya Rabu, (2/11/2016).

Suharman menjelaskan pada Oktober 2016, terjadi penurunan indeks harga komoditas pada kelompok pengeluaran bahan makanan sebesar -0,79%, disusul dengan kelompok sandang sebesar -0,22%. Keduanya berkontribusi pada laju inflasi secara keseluruhan masing-masing sebesar -0,16% dan -0,01%.

"Kami optimis Laju inflasi kota Balikpapan tetap terkendali hingga akhir tahun, dan harga-harga kebutuhan masyarakat masih mampu dipenuhi sesuai permintaan," tutupnya.

Jurnalis: Ferry Cahyanti/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Ferry Cahyanti
Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: