JUMAT, 11 NOVEMBER 2016

PONOROGO --- Kecamatan Ngebel, Ponorogo memiliki struktur tanah yang labil sehingga tidak jarang menimbulkam kekhawatiran sendiri bagi masyarakat terutama saat musim hujan akibat rawan longsor. Curah hujan tinggi dan terus menerus mau tidak mau membuat tanah yang labil ini turun.

Warga melihat longsoran di rumah Suyanto

Kepala Desa Wagir Lor Kecamatan Ngebel, Suprapto menjelaskan, di desanya saja sudah ada belasan titik longsor. Namun yang paling parah ada di dua titik yang berada dekat dengan rumah warga. Hujan yang mengguyur kawasan Ponorogo sejak Rabu (9/11/2016) lalu pada pukul 09.00 - 14.00 WIB berubah menjadi bencana bagi warga Ngebel.

"Dua titik itu di Dukuh Pucuk, rumah milik Mbah Sarti dan di Dukuh Dayakan, milik Suyanto," jelasnya kepada Cendana News, Jumat (11/11/2016).

Beruntung longsor terjadi di luar rumah keduanya, di teras dan samping rumah. Hanya saja kondisinya mengkhawatirkan. 

Seperti di rumah milik Suyanto, dua tiang penyangga terasnya nyaris roboh akibat longsor.

"Bahkan retakannya merembet ke dinding rumah," ujar Suyanto.

Sebenarnya ia khawatir dengan kondisi rumahnya, namun ia tidak bisa berbuat banyak. Suyanto dan keluarganya tetap beraktifitas seperti biasanya.

"Mau ngungsi juga kemana tidak ada tempat jadi terpaksa di sini saja," cakapnya.

Suyanto meningkatkan kewaspadaannya terutama saat hujan mengguyur kawasan Ngebel. Kewaspadaannya meningkat terutama saat malam hari, takut sewaktu-waktu ada longsoran tanah.

"Sepanjang 10 meter lahan depan rumah saya longsor ke jalan, sekarang mepet dengan tebing rumah saya," tuturnya.

Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Ponorogo, Hery Sulistyono mengungkapkan, ada sekitar tiga titik longsor di Ngebel selain yang ada di Wagir Lor. Diantaranya di Gondowido, Sidomukti, dan Talun.
Jurnalis : Charolin Pebrianti / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Charolin Pebrianti
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: