SENIN, 21 NOVEMBER 2016
MALANG---Berawal dari keinginan untuk menikmati kopi tanpa ampas, salah satu mahasiswa Universitas Alma Ata Yogyakarta, Ano, membuat sebuah inovasi kopi rendam dengan memanfaatkan paper filter.

"Jujur saja, saya sebenarnya bukan pecinta kopi karena tidak suka dengan ampasnya yang sering ikut tertelan saat minum kopi. Oleh karena itu, saya membuat inovasi kopi rendam dengan menggunakan paper filter sebagai wadah bubuk kopinya," jelas Ano saat memamerkan produknya di expo Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia di Universitas Brawijaya, Jumat (18/11/2016).

Ano, mahasiswa Universitas Alma Ata Yogyakarta, menunjukkan produk kopi inovatifnya. 

Ia mengatakan bahwa paper filter yang digunakan sama dengan yang biasa digunakan pada teh. Bedanya jika pada teh itu dicelup, tapi pada kopi itu direndam selama beberapa menit.

"Biasanya paper filter kopi direndam selama satu menit sehingga aroma kopinya akan keluar. Jika ingin lebih pekat lagi, bisa direndam 2-3 menit dan tiga menit itu sudah paling maksimal perendamannya berdasarkan kesehatan," ungkapnya.

Lebih lanjut Ano mengaku, kopi yang ia gunakan adalah kopi Robusta asli dari Temanggung tanpa campuran kopi dari daerah lain. Menurutnya, kopi dari Temanggung namanya memang sudah cukup terkenal di dunia, oleh karena itu ia berani bekerjasama langsung dengan petani kopi di daerah tersebut.

Produk kopi inovatif tanpa ampas.

"Kebetulan petani kopinya adalah orang tua dari teman kuliah saya sendiri, jadi saya bisa langsung melihat proses pengolahan kopinya yang masih dilakukan secara tradisional," ujarnya.

Untuk satu bungkus kopi rendam isi tiga kantong, Ano mematok harga Rp. 5.000 dan Rp. 7.000 untuk isi lima kantong kopi rendam. Selain itu ia juga menjual bubuk kopi Temanggung 150 gram tanpa paper filter dengan harga Rp 25.000.

Meskipun baru berjalan dua bulan, usaha kopi rendam milik Ano ini sudah dipasarkan di Jawa Tengah dan Tangerang. Dalam sehari Ano mampu memproduksi 38 bungkus kopi rendam.

"Dengan adanya kopi rendam ini diharapkan para pecinta kopi bisa lebih puas menikmati kopinya hingga habis," pungkasnya.

Jurnalis: Agus Nurchaliq / Editor: Satmoko / Foto: Agus Nurchaliq
Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar: