KAMIS, 3 NOVEMBER 2016

JAKARTA --- Kalau tidak ada perubahan, rencananya Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta dalam waktu dekat akan segera menyidangkan kasus perkara dugaan penerimaan suap 100 juta Rupiah dengan terdakwa Irman Gusman. Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, Irman Gusman sebelumnya diketahui pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia.


Rencananya persidangan perdana terhadap terdakwa Irman Gusman tersebut akan segera dilaksanakan di Gedung Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, pada hari Selasa 8 November 2016. Direncanakan ada 5 Majelis Hakim yang nantinya akan menangani kasus perakara Irman Gusman, masing-masing 1 Hakim Ketua Majelis dan 4 Anggota Majelis Hakim.

Sebelumnya Irman Gusman melalui pengacara sekaligus kuasa hukumnya diketahui telah mengajukan permohonan gugatan dalam persidangan Pra Peradilan kepada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan untuk menggugat keputusan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dengan penetapan status dirinya sebagai tersangka dalam kasus dugaan penerimaan suap sebesar 100 juta Rupiah.

Namun upaya hukum Irman Gusman melalui pengacara sekaligus penasihat hukumnya tersebut akhirnya sia-sia belaka dan dinyatakan gugur alias ditolak seluruhnya Ketua Majelis Hakim I Wayan Karna di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan kemarin, Rabu (2/11/2016). Dengan demikian dalam waktu dekat berkas perkara tersangka Irman Gusman akan segera dilimpahkan dari Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan kepada Pengadilan Tipikor Jakarta.

"KPK sudah memperkirakan sebelumnya bahwa Majelis Hakim PN Jakarta Pusat pasti akan menolak seluruh materi gugatan yang sebelumnya telah dilayangkan oleh pihak pengacara sekaligus kuasa hukum Irman Gusman, karena yang bersangkutan khan ditangkap dan diamankan petugas KPK dalam sebuah OTT beserta barang bukti yang tunai 100 juta Rupiah, dalam waktu dekat Irman Gusman segera disidangkan di Pengadilan Tipikor Jakarta" demikian  kata Basaria Pandjaitan, Wakil Ketua KPK, Rabu (2/11/2016).

Yohanes Priana, Humas Pengadilan Tipikor Jakarta mengatakan "rencananya persidangan perdana kasus dugaan suap dengan terdakwa Irman Gusman dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 8 November 2016 di Pemgadilan Tipikor Jakarta, persidangan dipimpin Hakim Nawawi Pamulango sebagai Ketua Majelis Hakim, berkas perkara penuntutan diterima Pengadilan Tipikor Jakarta tanggal 28 Oktober 2016" katanya saat dikonfirmasi wartawan, Kamis pagi (4/11/2016).

Sebelumnya diberitakan, petugas KPK telah menangkap dan mengamankan beberapa orang dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di rumah dinas kediaman Ketua DPD RI Irman Gusman. Selain Irman Gusman, petugas KPK mengamankan seorang pengusaha swasta Xaveriandy Sutanto beserta istrinya Memy Sutanto dengan barang bukti berupa uang tunai 100 juta rupiah yang diduga suap terkait dengan alokasi penambahan kuota impor gula untuk Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) kepada Perum Bulog.

Jurnalis : Eko Sulestyono / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Eko Sulestyono
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: