JUMAT 18 NOVEMBER 2016

YOGYAKARTA --- Isu SARA saat ini ditengarai kembali marak digunakan untuk melemahkan dan memecah-belah persatuan dan kesatuan bangsa. Terlebih dalam era global saat ini, berbagai konten ujaran kebencian dan sara begitu mudah disebar-luaskan melalui media sosial. 

Sambutan Titiek Soeharto  dihadapan ratusan mahasiswa daerah di Gedung Pertemuan Antasari Asrama Mahasiswa Daerah Kalimantan Selatan, Depok, Sleman, Jumat (18/11/2016).

Berkenaan dengan hal itu, pemahaman terhadap nilai-nilai Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, Bhineka Tunggal Ika dan bentuk negara kesatuan NKRI (4 Pilar MPR RI) perlu lebih ditekankan kepada masyarakat luas.

Demikian dikatakan Titiek Hediati Soeharto, Anggota DPR/MPR RI, saat membuka Sosialisasi 4 Pilar MPR RI dihadapan ratusan mahasiswa daerah di Gedung Pertemuan Antasari Asrama Mahasiswa Daerah Kalimantan Selatan, Depok, Sleman, Jumat (18/11/2016).

Di hadapan ratusan mahasiswa anggota Ikatan Keluarga Mahasiswa Daerah Indonesia (IKMDI) Kalimantan Selatan, Titiek Soeharto juga mengingatkan, jika hingga kini kekuatan-kekuatan asing terus berupaya melemahkan dan memecah-belah persatuan dan kesatuan bangsa. Isu sara masih saja digunakan sebagai alat pemecah-belah, di samping isu kepentingan golongan dan suku.

Titiek Soeharto di tengah acara Sosialisasi 4 Pilar di Depok, Sleman, Yogyakarta.


Di tengah ancaman laten tersebut, Titiek Soeharto menekankan, perlu menamamkan kembali kesadaran  4  Pilar MPR RI sejak dini. Titiek mengatakan, bangsa ini merdeka karena perjuangan dan pengorbanan semua elemen bangsa. Karenanya, jika generasi bangsa saat ini tak mampu mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa, sangat mungkin kemerdekaan itu bisa hilang.

"Saya berpesan kepada generasi muda, agar selalu bisa mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila, menjaga persatuan dan kesatuan serta mengembangkan terus sikap toleransi kepada sesama", ujar Titiek Soeharto.

Jurnalis: Koko Triarko/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Koko Triarko
Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: