RABU, 16 NOVEMBER 2016
SURABAYA---Ikatan Surveyor Indonesia (ISI) bekerja sama dengan Departemen Teknik Geomatika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Selasa (15/11/2016), menggelar seminar yang bertajuk 'Implementasi Fit for Purpose Land Administration in Indonesia' di Gedung Robotika ITS. Seminar ini dilakukan sebagai wujud dukungan ITS pada Sustainable Development Goals (SDG’s) dan program pemerintah yang menargetkan 100 persen tanah di Indonesia sudah tersertifikat pada 2025.

Dalam seminar ini, mendatangkan langsung President Federation Internationale des Geometres yang juga penemu Fit for Purpose Land Administration yakni Prof. Stig Enemark sebagai pembicara. Seminar yang sebelumnya sudah diawali dengan workshop ini, digelar karena disadari bahwa tren administrasi tanah harus dimulai di Indonesia, baik dari pemetaan tanah hingga pendaftaran tanah tersebut.
Rektor ITS Prof. Ir. Joni Hermana, M ScES, Ph.D.


“Tahun 2017, tiga kota besar di Indonesia, yaitu Surabaya, Batam, dan Jakarta, harus sudah mulai melakukan administrasi pertanahan. Ditargetkan, tanah di tiga kota tersebut sudah tersertifikat lengkap pada 2017 mendatang,” ujar Dwi Budi Martono, ST., MT., selaku ketua panitia seminar. Target ketiga kota tersebut, lanjutnya, untuk mendukung target pemerintah lima juta sertifikat tanah di Indonesia tahun 2017.

Sementara itu, Rektor ITS, Prof. Ir. Joni Hermana menegaskan, ITS mendukung penuh program tersebut yang juga mendukung program Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam merealisasikan SDG’s. “Negara yang beradab adalah negara yang ikut mendukung proses SDG’s,” tutur Guru Besar Teknik Lingkungan tersebut.
Joni menambahkan, catatan sejarah membuktikan, di Indonesia banyak pembangunan mangkrak akibat permasalahan administrasi lahan, pembebasan lahan, dan pemetaan tanah. “Untuk menyelesaikan masalah tersebut, perlu adanya terobosam baru untuk administrasi tanah dengan baik,” tuturnya.
Ketua Panitia Dwi Budi Martono.


Joni berharap, dengan adanya seminar fit for purpose (FFP) ini mampu menjadi terobosan baru untuk menghasilkan sertifikasi tanah yang cepat dan murah. “Khususnya untuk Jawa Timur.  Harapannya, Jatim bisa menjadi pelopor penerapan FFP,” pungkasnya.

Seminar yang membahas tentang perlunya dibuat peta dasar untuk pengurusan serifikat tanah melalui FFP ini membahas enam dari tujuh belas tujuan yang tertuang dalam SDG’s. Di antaranya menekan tingkat kemiskinan, kelaparan, kesetaraan gender, kota berkelanjutan,  dan hak atas keberlangsungan hidup.
Jurnalis: Nanang WP / Editor: Satmoko / Foto: Nanang WP




Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar: