SENIN, 21 NOVEMBER 2016

SURABAYA --- Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya bakal mengirimkan enam tim robotnya dalam dua ajang berbeda, yakni di tingkat dunia di Beijing, China dan tingkat nasional di Lampung. Keenam tim tersebut dilepas Rektor ITS, Prof. Joni Hermana di Gedung Pusat Robotika, Kampus ITS Sukolilo, Surabaya, Senin (21/11/2016).

Rektor ITS Prof Joni Hermana (dua dari kanan) menyaksikan aksi ketiga robot Ichiro
Ada tiga tim yang akan berangkat ke Beijing untuk bertarung pada 14 – 18 Desember 2016 mendatang. Tim dari ITS ini akan mengikuti enam kategori lomba, yakni lomba lari cepat (sprint), marathon, halang-rintang, angkat berat, sepak bola dan tendangan penalti.

Sedangkan yang berangkat lomba ke Lampung pada 23 – 26 November 2016 mendatang, ITS menerjunkan tiga robot terbang dengan tiga kategori lomba, yakni robot terbang memutar (rotary) dengan memperhatikan pada kecepatan naik turun robot pada daerah yang sudah ditentukan, robot terbang untuk pemetaan (maping) dengan penilaian hasil pemetaan dan pembuatan peta lokasi, dan robot terbang pemadam titik api. Ketiga robot tersebut masing-masing diberi nama Bajoel Mabur, Suro Miber, dan Jatayu Jet 10.

“Kami akan terus memperbaiki apa yang belum kami raih pada lomba tahun sebelumnya. Tahun lalu, untuk kategori robot terbang memutar kami memperoleh juara satu, sedang pada kategori robot terbang untuk pemetaan kami berhasil meraih juara tiga,” jelas Rudy Daikarono, dosen pembimbing robot terbang yang akan bertanding di Lampung.

Disebutkan, tahun ini timnya fokus untuk meraih juara dalam kategori robot terbang pemadam titik api. Rudy optimistis bisa meraih kembali apa yang pernah diraihnya pada lomba serupa tahun lalu, karena dari uji coba selama ini, kinerja robot yang akan diikutkan dalam lomba itu sudah cukup baik.

“Mudah-mudahan tidak ada kendala berarti saat lomba berlangsung,” harapnya.

Sementara, Muhtadin, salah seorang dosen pembimbing tim robot soccer Ichiro yang akan bertanding di ajang Fira Hurocup 2016 di Bejing, China mengatakan, lomba jenis robot soccer, ITS baru kali pertama ini akan ikut serta. Ia mengakui jika dirinya sudah mendapat beberapa informasi dari pelaksanaan lomba tahun sebelumnya terhadap capaian masing-masing tim.

"Untuk kategori lari sprint tahun lalu pemenangnya berhasil mencatatkan waktu 37 detik, sementara robot kami bisa mencapai waktu 30 detik dalam latihan terakhir. Demikian juga dengan robot halang-rintang, robot kami sudah dapat mencatatkan waktu 20 detik,” ujarnya optimistis.

Disamping itu, Rektor ITS, Prof. Joni Hermana dalam sambutannya berharap tim robot yang akan mengikuti dua ajang lomba berbeda tersebut dapat pulang dengan membawa nama harum ITS. 

“Target untuk mengikuti lomba memang harus membawa pulang kemenangan, tapi jika itu belum berhasil, minimal tim dapat mengharumkan nama ITS di arena perlombaan. Karena itu iringan doa untuk menyemangati keberangkatan tim menjadi kewajiban bagi kami yang ada di kampus,” tuturnya.

Robot Ichiro melakukan aksi halang rintang
Joni menambahkan, melalui berbagai prestasi lomba ini, diharapkan nama ITS akan makin dikenal publik baik lingkup nasional maupun internasional. 

“Modal ini makin diperlukan ketika ITS terhitung mulai tahun 2017 mendatang, tepatnya pada Januari, memasuki era Perguruan Tinggi Badan Hukum  (PTNBH),” pungkasnya.
Jurnalis : Nanang WP / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Nanang WP
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: