KAMIS, 17 NOVEMBER 2016

SURABAYA---ITS menggandeng 23 perguruan tinggi negeri (PTN) di wilayah timur Indonesia untuk berkolaborasi dalam bidang akademik, riset, dan inovasi. Acara yang diadakan di gedung Rektorat ITS pada Kamis (17/11/2016) ini, sebagai salah satu upaya mengatasi keterbatasan sumber daya. Pertemuan tersebut bertajuk Presidential Forum Eastern Part of Indonesia-University Network (EPI-UNET).

Dikatakan Rektor ITS, Prof. Ir. Joni Hermana, melalui kolaborasi, sesungguhnya kita bisa mengakumulasi sumber daya yang terbatas menjadi lebih besar. Ia mencontohkan, untuk penelitian misalnya, dengan berkolaborasi maka sumber dana dan sumber daya manusia (SDM) bisa teratasi. Bukan hanya itu, hasil akhir dalam bentuk publikasi ilmiah atau jurnal juga bisa berlipat, karena dilakukan secara bersama-sama dalam topik dan SDM yang berbeda.

“ITS ingin berkontribusi kepada negara, antara lain dalam hal bagaimana mengajak perguruan tinggi lain untuk bisa maju secara bersama-sama. Kami ingin maju dan besar tanpa meninggalkan perguruan tinggi lain. Karena itu konsep kolaborasi dan networking yang kami tawarkan dalam payung besar EPI-UNET ini,” ujar Joni, sesuai siaran pers humas ITS. 

Ide dasar inilah, lanjut dia, yang ingin dibangun bersama-sama dengan sedikitnya 23 perguruan tinggi negeri yang tergabung dalam EPI-UNET. "Gagasan ini sebenarnya sudah lama terbentuk, kini dengan semangat baru, kami aktualisasikan lagi,” jelasnya.

Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana sedang memberikan sambutan pada pertemuan yang menggagas kolaborasi penelitian antara ITS dengan 23 PTN lain di wilayah timur Indonesia.
Sementara itu, salah satu pimpinan universitas yang menjadi peserta EPI-UNET, Philippus Betaubun, ST., MT., Rektor Universitas Musamus dari Merauke, Papua, mengatakan, berbagai rencana yang digagas ITS melalui EPI-UNET membesarkan hati universitasnya untuk bisa bangkit dan menjadi perguruan tinggi besar seperti halnya perguruan tinggi yang ada di Pulau Jawa.

“Bagi kami, program kerja yang dirancang EPI-UNET baik itu akademik, riset, dan program pengembangan sumber daya manusia, lalu diikat dalam sebuah MoU bersama ITS, adalah hal yang dapat memacu kami untuk bisa berkembang,” ungkap Philippus.

Senada dengan Philippus, Rektor Universitas Kalimantan Utara, Abdul Jabarsyah Ph.D, juga mengatakan hal sama. “Sebagai perguruan tinggi yang baru berdiri, keikutsertaan kami dalam EPI-UNET akan dapat menyejajarkan perguruan tinggi kami dalam pergaulan baik akademik, riset, dan lainnya,” jelasnya.

Jurnalis: Nanang WP/ Editor : Satmoko / Foto: Nanang WP
Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar: