SELASA, 1 NOVEMBER 2016

SURABAYA --- Pertama kali  bekerjasama dengan perguruan tinggi di Indonesia. Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) menjadi perguruan tinggi pertama yang bekerjasama dengan Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg). Kerjasama ditandai melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dalam acara Seminar Nasional Sistem Informasi Indonesia (Sesindo) 2016 di Hotel Swiss Belinn Manyar, Surabaya, Selasa (1/11/2016).


Kepala Lemsaneg, Mayjen TNI (Purn) Djoko Setiadi mengungkapkan, kebahagiaannya mengetahui ITS telah menyadari bahwa kerjasama dengan Lemsaneg diperlukan guna menjaga keamanan dan melaksanakan rekayasa di bidang teknik informasi dan komunikasi (TIK). 

“Ini demi pengamanan agar karya putra dan putri bangsa di bidang TIK dapat benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan negara,” ujarnya sesuai pernyataan tertulis yang diserahkan pihak Humas ITS.


Djoko menambahkan, pengembangan TIK yang pesat saat ini telah turut mengubah peradaban dan budaya masyarakat Indonesia. TIK pun memiliki peran penting dalam mendukung kehidupan manusia di berbagai aspek. Namun, perlu dipahami bahwa manfaat tersebut harus sejalan dengan keamanan dan kenyamanan sistem informasinya.

“Sebab, ancaman terhadap pencurian, perubahan, ketersediaan, dan manipulasi data atau informasi di era digital saat ini juga semakin meningkat,” ujar pria yang pernah mengabdi sebagai Pasukan Pengamanan Presiden selama empat tahun.

Sementara itu, Rektor ITS, Prof. Joni Hermana menuturkan, masalah pengelolaan data dan informasi menjadi hal penting yang harus terus dikembangkan di masa datang. Lemsaneg pun diakui Joni menjadi mitra yang tepat bagi ITS untuk pengembangan dalam bidang TIK. 

“Kerjasama ini menjadi salah satu langkah kami guna mendorong kreativitas sivitas akademika ITS untuk mengembangkan TIK yang berhubungan dengan keamanan informasi dan kewirausahaan,” pungkas Joni.

Kerjasama tersebut mencakup empat aspek pengembangan dan penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Empat aspek yang disepakati di antaranya kerjasama riset dalam bidang pengembangan teknologi informasi, rekayasa teknologi informasi, pengembangan sumber daya manusia, serta pemekaran dan diseminasi informasi. Kesepakatan tersebut akan berlaku hingga tahun 2021 mendatang.
Jurnalis : Nanang WP / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Nanang WP
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: