KAMIS 17 NOVEMBER 2016

LAMPUNG---Doa bersama dan istighosah digelar oleh Kodim 0421/LS di Masjid Baiturahman yang berada di lingkungan Makodim 0421/LS Kalianda Lampung Selatan. Doa bersama dan isthigosah tersebut menurut Komandan Kodim 0421/LS Letkol Arm.Untoro Hariyanto dilakukan bersama seluruh ratusan prajurit Kodim 0421/LS, anggota Polres Lampung Selatan, para tokoh agama, tokoh masyarakat yang ada di kabupaten serambi Sumatera tersebut. Salah satu tujuan kegiatan istigosah serta doa bersama tersebut ungkap

Suasana Istighosah di Masjid Baiturrahman Kalianda, Lampung Selatan.


Letkol Untoro Hariyanto salah satunya menyatukan seluruh umat Muslim untuk bersama sama mendoakan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) agar senantiasa mendapat perlindungan dari Allah SWT.

Ia mengungkapkan selain itu ia berharap dengan mengundang seluruh elemen masyarakat untuk mendoakan bangsa dan negara maka diharapkan dalam doa bersama bisa menjaga NKRI tetap utuh, aman, tentram sekaligus mendoakan rakyat Indonesia agar aman dan tenang dalam menjaga Kebhinekaan Tunggal Ika.

Selain memohon dengan doa doa khusus, Untoro  berharap dengan adanya kebersamaan masyarakat di wilayah Kodim 0421/LS akan semakin menunjukkan rasa persatuan dan kesatuan terutama sesuai dengan pesan panglima TNI agar masyarakat tidak terbawa isu isu negatif yang bisa memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

"Persatuan dan kesatuan bangsa harus lebih diutamakan karena dengan suasana negara yang kondusif maka kehidupan berbangsa dan bernegara akan berjalan dengan baik, kita ikut berdoa dan istighosah untuk memohon keselamatan Indonesia,"ungkap Komandan Kodim 0421/LS Letkol.Arm. Untoro Hariyanto, dalam arahannya sebelum kegiatan doa bersama tersebut digelar, Kamis (17/11/2016).

Kegiatan doa dan isthigosah diisi dengan melantunkan Asma'ul Husna dan Yasinan yang dipimpin oleh Ustad Amrullah dan ditutup oleh Ustad Ali Darman dari Sidoreno dari Kecamatan Way Panji. Selain dihadiri masyarakat umum, para aparatur sipil negara dari Pemkab Lampung Selatan,seluruh Danramil, seluruh personil Kodim kegiatan doa bersama tersebut sekaligus menyampaikan arahan dari panglima TNI untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, menghindari perpecahan, disintegrasi agar bangsa Indonesia tidak terpecah dengan adanya berbagai persoalan yang ada.

Ia juga menerangkan adanya isu isu yang dapat meruntuhkan sendi sendi kesatuan dan kesatuan bangsa harus sedini mungkin dicegah agar masyarakat tetap bisa beraktivitas seperti biasa. Ia bahkan mengaku menjaga keamanan dan ketentraman di masyarakat bukan hanya menjadi tugas TNI dan Polri saja melainkan menjadi tugas pemuka agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh adat yang memiliki peranan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah masyarakat.

Berbagai upaya yang dilakukan dalam menjaga Kebhinekaan dan Cinta Damai juga telah menjadi kesepakatan bersama dari tingkat Provinsi hingga kabupaten. Letkol Arm Untoro Hariyanto bahkan menyebut deklarasi Kebhinekaan dan Cinta Damai telah ditandatangani oleh TNI-POlri, Forkopimda dan tokoh masyarakat, agama dan adat yang ada di Lampung Selatan untuk menjaga kondusifitas di wilayah Lampung Selatan dan Kabupaten Pesawaran.

Sebelumnya dalam gelaran apel pasukan operasi Zebra Krakatau 2016 di Polres Lampung Selatan dua kabupaten di Lampung melakukan penandatanganan Deklarasi Kebhinekaan Cinta Damai di Mapolres Lampung Selatan (16/11). Kapolres Lampung Selatan AKBP Adi Ferdian Saputra mengungkapkan deklarasi tersebut merupakan upaya untuk menghindari perpecahan, disintegrasi agar bangsa Indonesia tidak terpecah dengan adanya berbagai persoalan yang ada.

"Seluruh elemen masyarakat memiliki peran yang sama dalam menjaga persatuan dan deklarasi kebhinekaan cinta damai dimulai dari pemimpin di tingkat atas namun juga harus dijaga oleh seluruh masyarakat,"ungkap Kapolres Lampung Selatan AKBP Adi Ferdian Saputra di Mapolres Lampung Selatan.

Apel besar yang dilaksanakan di setiap daerah dari tingkat provinsi hingga kabupaten menurut Adi Ferdian Saputra merupakan wujud nyata dalam upaya menjaga dan memelihara kerukunan antar umat beragama, adat istiadat serta budaya dan bahasa di mana keanekaragaman tersebut tidak menjadi penghalang bahkan dianggap sebagai kekayaan bangsa Indonesia.

Ia berharap seluruh masyarakat bisa membangun Indonesia dengan gigih agar bangsa lebih bermartabat, lebih terhormat. Jika ada aspirasi, perbedaan, ketidaksamaan sikap dalam sesuatu hal makan dapat dituntaskan dengan cara bermusyawarah dan "rembug pekon" sebagai kearifan lokal masyarakat Lampung bisa dikedepankan.

Deklarasi Kebhinekaan Cinta Damai juga ditandatangani oleh Forkopimda Kabupaten Lampung Selatan dan Kabupaten Pesawaran yang berada di wilayah hukum Polres Lampung Selatan. Beberapa kesepakatan yang ditandatangani oleh para tokoh agama, Forkopimda dan perwakilan masyarakat tersebut dikenal dengan Deklarasi Kebhinekaan Cinta Damai yang isinya antara lain berbunyi:

"Kami warga negara Republik Indonesia yang berdomisili di Kabupaten Lampung Selatan dan Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung dengan ini menyatakan":

1. Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

2. Menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa yang Berbhineka Tunggal Ika.

3.  Menolak segala bentuk kegiatan yang bertujuan untuk memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

4. Senantiasa cinta damai dan patuh hukum dalam mewujudkan pembangunan di Kabupaten Lampung Selatan yang aman dan sejahtera.

Jurnalis: Henk Widi/Editor: Irvan Sjafari/Fiti: Henk Widi
Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: