KAMIS, 10 NOVEMBER 2016

MALANG---Demi mengetahui dan menjaga kualitas udara di lingkungan Universitas Brawijaya (UB), Teknik Lingkungan UB bekerjasama dengan Badan Lingkungan Hidup kota Malang menggelar uji emisi gratis bagi kendaraan roda empat yang masuk UB. Kegiatan yang diadakan di dua titik yakni di halaman parkir Samanta Krida dan halaman parkir Fakultas Teknologi Pertanian ini di mulai dilakukan pukul 09.00-14.00 WIB.


"Sudah ada sekitar 50 lebih kendaraan roda empat yang di uji dalam tempo waktu satu jam sejak kegiatan ini dimulai. Dari jumlah tersebut semua kendaraan dinyatakan lolos uji emisi karena kebanyakan kendaraannya masih baru," jelas Ketua Umum Keluarga Mahasiswa Teknik Lingkungan UB, Ardianto kepada Cendana News, Selasa (8/11/2016).

Lebih lanjut ia menyampaikan sebelum melakukan uji emisi gratis, pihaknya juga telah melakukan survey jumlah kendaraan roda empat (mobil) yang masuk ke kampus UB. Dari survey tersebut didapatkan bahwa jumlah estimasi mobil yang masuk ke UB yakni 4-5 ribu mobil per harinya.

"Mobil yang kita uji emisinya ini sebenarnya hanya sebagai sampling yang nantinya dari hasil sampling tersebut akan dikalikan dengan jumlah banyaknya mobil yang masuk ke UB. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui jumlah emisi yang ada di UB," terangnya.

Disebutkan, informasi ambang batas gas buang kendaraan bermotor di bagi menjadi dua yaitu kendaraan di atas tahun 2007 dan kendaraan di bawah tahun 2007. Karbon monoksida (CO) maksimum untuk kendaraan di atas 2007 yakni 1,5 persen dan 4,5persen untuk kendaraan di bawah 2007. Sedangkan Hidro karbon (HC) maksimum untuk kendaraan di atas 2007 yaitu 200 ppm dan 1200 ppm untuk kendaraan di bawah 2007.

Menurutnya kegiatan uji emisi gratis di UB baru pertama kali diadakan dan nanti rencananya akan diadakan lagi pada tahun-tahun berikutnya.


Sementara itu, ia juga menyayangkan masih banyaknya masyarakat maupun dari pihak civitas UB sendiri yang enggan untuk melakukan uji emisi.

"Ada beberapa dosen maupun mahasiswa yang enggan untuk melakukan uji emisi dengan alasan buru-buru mau mengajar atau kuliah. Padahal untuk melakukan uji emis hanya dibutuhkan waktu tiga menit," pungkasnya.
Jurnalis : Agus Nurchaliq / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Agus Nurchaliq
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: