SABTU, 12 NOVEMBER 2016

LAMPUNG --- Menyikapi situasi yang berkembang saat ini, unsur pimpinan kecamatan (Uspika) Katibung diantaranya Koramil 421/10 Katibung menggelar silaturahmi dengan tokoh agama, adat, masyarakat, pemuda. Hal tersebut dilakukakan dalam upaya menjaga persatuan dan kesatuan dan meningkatkan semangat Bhineka Tunggal Ika. 


Danramil Katibung, Kapten Norizwan Tamin mengungkapkan, dalam silaturahmi tersebut ia berharap agar para tokoh agama dan tokoh masyarakat yang ada di Kecamatan Katibung dapat berperan aktif dalam menyampaikan ke jamaahnya terkait keberagaman yang ada di Lampung Selatan. Hal tersebut dilakukan mengingat perkembangan saat ini berbagai isu terkait keberagaman mulai menipis di masyarakat karena hal hal yang sepele namun berpotensi merusak persatuan dan kesatuan. Isu isu yang bisa memecah belah persatuan bahkan dihembuskan dengan adanya isu SARA yang merembet ke situasi yang tak kondusif dalam kehidupan bernegara.

“Saat ini kita harus menyadari bahwa masyarakat Indonesia khususnya di Lampung Selatan merupakan masyarakat yang memiliki sifat heterogen terdiri dari suku yang bermacam macam agar tidak mudah dipecah belah oleh orang orang yang tidak bertanggungjawab dan bertujuan untuk kepentingan diri sendiri, "ungkap Danramil Katibung, Kapten Norizwan Tamin dalam pertemuan dengan para tokoh Katibung, Sabtu (12/11/2016).

Ia bahkan mengungkapkan nilai nilai persatuan harus tetap dijaga mengutip pernyataan panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang mengungkapkan  jangan sampai Kebhinekaan Indonesia digoyang goyang oleh berbagai kekuatan lain yang dapat berdampak pada masuknya kekuatan asing yang masuk dalam berbagai bentuk. Salah satu jalan merusak keberagaman dan persatuan juga menjadi kesempatan bagi negara lain untuk merongrong kedaulatan Indonesia.

Salah satu niatan kekuatan asing yang menjadikan Indonesia sebagai ajang Proxy War karena Indonesia memiliki kelebihan sumber daya alam yang menyebabkan negara lain iri kepada negara Indonesia. Indonesia yang kaya akan sumber daya alam bisa menjadi petaka bagi Indonesia yang diperebutkan oleh beragam kepentingan dari berbagai lini. Karenanya tokoh masyarakat, agama dan pemuda harus menyadari situasi tersebut dengan memperkokoh rasa persatuan.

Ia juga mengajak masyarakat semakin mengokohkan semangat persatuan dan kesatuan serta kekompakan dalam bermasyarakat agar tidak mudah dipecah belah oleh pihak pihak yang menginginkan instabilitas dalam wilayah. Upaya menjaga persatuan tersebut menurutnya dilakukan dari tingkat desa hingga kecamatan. Peran tokoh tokoh sangat diperlukan dalam mengupayakan persatuan dan kesatuan karena peran tokoh sangat penting untuk jadi panutan.

Selain itu peran tokoh tokoh agama untuk menekankan rasa persatuan bangsa sangat diperlukan dalam kegiatan keagamaan agar umat tidak terpecah akibat kondisi yang berkembang saat ini. Salah satu cara yang dilakukan kecamatan diantaranya menurut Camat Kecamatan Katibung Hendra Jaya dengan melakukan kegiatan bermanfaat diantaranya olahraga.

"Kegiatan olahraga dan organisasi kepemudaan merupakan sarana untuk menjaga persatuan dan kesatuan yang harus dijaga di tengah masyarakat,"ungkap Hendra Jaya.


Masyarakat Katibung yang heterogen ungkapnya juga harus bisa menjaga masuknya paham radikalisme, komunisme dan terorisme (RKT). Selain itu pemuda juga harus mengindari pengaruh narkoba yang mulai memasuki desa desa dan merusak generasi muda. Kegiatan yang positif bagi pemuda akan digelar untuk meningkatkan persatuan pemuda dengan olahraga dan kegiatan budaya yang difasilitasi oleh kecamatan.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh camat Kecamatan Katibung Hendra Jaya, Kapolsek Tanjungan AKP Marwan Khalid, Ustad Khairul Saleh, Ust. Nur Arifin, Ust M Tohir pimpinan pondok pesantren Daarul Mutaqin, Ust.Amin Fauzi para santri dan warga masyarakat Katibung.
Jurnalis : Henk Widi / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Henk Widi
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: