SELASA, 15 NOVEMBER 2016

PONOROGO --- Banyaknya reklame ilegal maupun kadaluarsa disepanjang jalan protokol Ponorogo ternyata menimbulkan keresahan tersendiri bagi masyarakat. Bukannya menjaga keindahan kota, keberadaan reklame yang terpasang di pohon-pohon merusak pemandangan.


Seperti yang terlihat di Jalan Alun-Alun hingga Jalan Ponorogo-Pacitan, disepanjang jalan dipenuhi reklame yang dipasang sembarangan. Reklame berisikan iklan travel, kursus, sedot WC, sekolah, servis kompor bahkan tukang pijat juga tersedia.

Menurut, Kasi Ops Satpol PP Ponorogo, Sumartuji, seharusnya sebelum memasang reklame harus berkoordinasi terlebih dahulu ke Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) dengan Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda). Namun sepertinya hal ini tidak digubris oleh para pemilik reklame.

"Bahkan banyak juga reklame yang kadaluarsa, ada satu hinnga dua yang tidak berizin," jelasnya kepada Cendana News, Selasa (15/11/2016).

Ia menambahkan baliho besar juga banyak yang sudah kadaluarsa namun belum dicopot. Sedangkan reklame kecil-kecil yang ilegal jumlahnya ratusan. Karena keterbatasan ruang pengawasan petugas, reklame yang menutupi rambu-rambu lalu lintas jadi pilihan utama dicopot.

Warga Desa Nailan, Kecamatan Slahung, Ponorogo, Jiman mengatakan, hampir setiap minggu ada pemasang reklame di Jalan Ponorogo-Pacitan.

"Kami sebenarnya kurang suka kalau pohon peneduh jalan dipaku dan dipasang reklame, semakin hari semakin banyak," ujarnya.

Namun dirinya merasa tidak mempunyai hak untuk memarahi pemasang reklame ilegal, ia pun pernah melaporkan keresahannya saat rapat di balai desa.

"Tapi belum ada solusi hingga saat ini, hanya sebatas laporan saja," pungkasnya. 
Jurnalis : Charolin Pebrianti / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Charolin Pebrianti
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: