JUM'AT 4 NOVEMBER 2016

MAUMERE –-- Kepala Desa (Kades) Gera Kecamatan Mego Kabupaten Sikka Vincentius Osias Saka diharapkan mengembalikan dana kerugian negara sesuai dengan temuan Inspektorat Kabupaten Sikka sekitar Rp58 juta rupiah.

Kepala kantor Pemerintahan Desa, Robertus Ray.

Demikian disampaikan kepala kantor Pemerintahan Desa kabupaten Sikka, Robertus Ray saat ditanyai Cendana News, Jumat (4/11/2016) terkait kasus laporan ketua BPD desa Gera ke Inspektorat Sikka.


“Ada tenggang waktu yang diberikan oleh inspektorat untuk menyelesaikan. Nanti tinggal dilihat hasil rekomendasinya itu seperti apa. Ada yang 30 hari, ada yang  60 hari dan ada yang  90 hari,“ ujarnya.

Mekanisme di pemerintahan beber Robet sapaannya, bila kepala desa melakukan tindakan di luar dari peraturan maka harus diperiksa inspektorat dan itu sudah dilakukan. Bupati sudah perintahkan inspektorat memeriksa dan sudah ada rekomendasinya.

Hasil rekomendasinya pun terangnya, Kades Gera harus menyelesaikannya dan yang bersangkutan juga sudah menyanggupinya. Permasalahan ini masih dalam ranah pembinaan Pemda Sikka.

“Terhadap tindakan kepala desa yang menyimpang,maka harus ada sanksinya. Jadi bila ada kerugian negara maka dia harus kembalikan atau membayarnya, “ terangnya.

Membayar kembali tegas Robet bukan hari ini dikeluarkan surat, kades dipaksa bayar. Tapi minimal kades punya niat untuk mengembalikan kerugian dan ini dibuktikan dengan surat pernyataan.

Bila tenggang waktu yang diberikan kades tersebut mengingkari pernyataannya maka akan ditempuh langkah lain.  Apalagi ketua BPD sudah melaporkan permasalahan ini ke Kejaksaan Negeri Maumere dan Polres Sikka.

“Tapi Pak Kajari kan sudah tolak karena ini masih ditangani inspektorat. Apalagi nilai kerugiannya kecil.  Dari dana yang dikatakan dikorupsi  Rp200 juta lebih, temuan penyimpangan sekitar Rp58 juta lebih,” bebernya.

Lanjur Robet dari jumlah tersebut lanjut tidak semua dana dipergunakan diketahui.  Bisa saja ada yang administrasinya tidak lengkap atau tidak betul. "Bukan karena kades menggunakan uangnya," kata Robet.

Kades Gera sudah menyatakan betul apa yang dikatakan inspektorat paparnya, maka dia harus bertanggung jawab dan harus dikembalikan. Saat Robet turun ke desa, dia melihat ada potensi konflik dan saya sudah selesaikan.

“Saya meminta agar permasalahan ini diselesaikan di desa tapi ternyata tidak bahkan berujung pada laporan ke polisi dan jaksa. Bila permasalahan diselesaikan maka kades Gera bisa menjabat kembali,” pungkasnya.

Jurnalis : Ebed de Rosary/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Ebed de Rosary
Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: