SELASA, 22 NOVEMBER 2016

PONOROGO --- Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Ponorogo, drg Rahayu Kusdarini menjelaskan, penyebaran virus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah setempat memang sudah mengganas, usaha pembasmian dengan cara fogging ke beberapa tempat pun sudah dilakukan.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Ponorogo, drg Rahayu Kusdarini 
"Namun peran aktif masyarakat masih kurang untuk berantas DBD," jelasnya kepada Cendana News, Selasa (22/11/2016).

Menurutnya, fogging hanya sebagian kecil dari kegiatan pemberantasan nyamuk Aedes Aegypti. Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) seperti menguras, menutup dan mengubur (3M) juga tetap dilakukan.

"Kalau mengandalkan fogging saja tidak akan cukup, masyrakat juga harus hidup sehat," tandasnya.

Sebelumnya, Irfan Rizku Saifullah (5) warga Desa Bareng, Kecamatan Babadan Kabupaten Ponorogo meninggal karena positif terkena DBD setelah sempat beberapa hari dirawat di RSUD dr. Harjono, Ponorogo.

Terkait hal tersebut, Kadinkes menjelaskan pihaknya sudah melakukan fogging di Desa Bareng, Kecamatan Babadan sekitar dua bulan lalu. Sosialisasi hidup sehat terus digalakkan kepada masyarakat.

"Kami sudah fogging dua bulan lalu di Desa Bareng, Kecamatan Babadan. Tapi tidak dibarengi hidup sehat. Nyatanya merenggut satu nyawa," pungkas mantan kepala Puskesmas Kauman ini. 
Jurnalis : Charolin Pebrianti / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Charolin Pebrianti
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: