SENIN 28 NOVEMBER 2016

JAKARTA---Sebanyak tiga orang yang sebelumnya diduga sebagai jaringan kelompok teroris diberitakan telah berhasil ditangkap dan diamankan oleh Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri di beberapa tempat atau lokasi yang berbeda, masing-masing di Kabupaten Majalengka,Jawa Barat, kemudian Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD) dan terakhir di Kota Serang, Provinsi Banten.

Kepala Divisi Humas (Kadivhumas) Mabes Polri, Irjen Pol. Boy Rafli Amar.
 Menurut Kepala Divisi Humas (Kadivhumas) Mabes Polri, Irjen Pol. Boy Rafli Amar, ketiga orang terduga kelompok sebagai teroris tersebut masing-masing adalah Rio Priatna Wibowo diringkus di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, kemudian Bahrain Agam diringkus di Kabupaten Aceh Utara, NAD dan Syaiful Bahri yang diringkus di Kota Serang, Banten.

Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri diberitakan telah berhasil meringkus seorang terduga teroris bernama Rio Priatna Wibowo di Desa Girimulya RT 003/RW 005, Banjaran, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat, Rabu pagi (23/11/2016) pada sekitar pukul 09:00 WIB. Rio Priatna Wibowo yang baru berusia 24 Tahun tersebut berhasil diringkus Densus 88 Anti Teror Mabes Polri di rumah kediamannya.

Berdasarkan hasil pengembangan dan penyelidikan, selanjutnya Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri diberitakan berhasil meringkus seorang terduga teroris lainnya yang bernama Bahrain Agam. Yang bersangkutan berhasil ditangkap dan diamankan rumah kediamannya yang terletak di Desa Bilang Tarakan, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi NAD.

Sedangkan yang terbaru baru saja diberitakan bahwa pada Minggu pagi lalu (27/11/2016), sekitar pukul 10:00 WIB, Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri kembali berhasil menangkap dan mengamankan seorang terduga teroris yang belakangan diketahui bernama Syaiful Bahri. Yang bersangkutan telah berhasil diringkus tanpa perlawanan di rumahnya yang terletak di Desa Baros, Kota Serang, Provisi Banten.

"Dalam sepekan setidaknya 3 orang terduga teroris berhasil ditangkap dan diamankan oleh Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri di beberapa lokasi yang berbeda, saat ini ketiganya masih menjalani pemeriksaan intensif oleh pihak kepolisian setempat, tidak tertutup kemungkinan mereka mempunyai kelompok jaringan teroris,  kami masih mengembangkan dan mendalami peran dan motif masing-masing" kata Boy Rafli Amar saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Minggu siang (27/11/2016).

Jurnalis: Eko Sulestyono/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Eko Sulestyono
Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: