SELASA 22 NOVEMBER 2016

JAKARTA---Wastra nusantara menambah satu lagi koleksinya yaitu Kaeng Manado. Arti dari " Kaeng Manado " adalah Kain Manado atau kain khas Manado.

Booth Wisata Kaeng Manado di Peluncuran Kalender Wisata Manado 2017, Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata RI, Jakarta
.

Berawal dari kepedulian istri Wali Kota Manado, Paula Lumentut-Runtuwene untuk menggiatkan para ibu PKK Pemkot Manado, maka  dibentuklah Rumah Pintar TP PKK dengan salah satu kerajinan lokal yang diangkat ke permukaan adalah kain khas Manado atau Kaeng Manado.

Mengangkat Kaeng Manado adalah untuk memperkaya keragaman budaya Kota Manado serta mendorong semangat kreatifitas masyarakatnya.

"Beragam corak dan motif Kaeng Manado berikut permainan warnanya diharapkan bisa mewakili keragaman tersebut," ungkap Meisi, pemandu booth wisata Kaeng Manado dalam acara Peluncuran Kalender Wisata Manado di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata RI, Jalan Medan
Merdeka, Jakarta, Senin malam, 21/11/2016.

Melihat geliat masyarakat industri kreatif Kota Manado maka Prof. Dr.Julyeta P.A. Runtuwene, MS. menggagas dan menciptakan motif khas KaengManado yang kesemuanya digali dari kekayaan serta keberagaman yang ada di kota Manado.

Beberapa motif Kaeng Manado diantaranya adalah:

1. Motif Lilin, sebagai simbolisasi hidup masyarakat Kota Manado yang dapat hidup berdampingan secara damai, yang harus menjadi terang di dalam kegelapan serta menjadi saluran berkat (rejeki) dengan pengorbanan yang tulus tanpa pamrih bagi banyak orang. Lilin juga telah disimbolisasikan menjadi Patung Lilin di tengah Kota Manado.

2. Motif Coral Reef & Sea Shell, sebagai salah satu produk alami yang dapat dijumpai di Taman Laut Bunaken Kota Manado, sebagai sasaran kunjungan wisatawan. Motif ini juga sebagai simbol keindahan dan elegan masyarakat Kota Manado yang memiliki karakter "terbuka" dan mudah untuk bersosialisasi tanpa memandang suku, ras, bangsa bahkan agama.

3. Motif Rumah Ibadah, malambangkan kerukunan antar umat beragama yang secara konsisten akan tetap dipelihara oleh setiap masyarakat Kota Manado di bawah naungan cahaya terang lilin yang penuh dengan kedamaian dan rasa persatuan.

4. Motif Ikan Coelecanth, dengan mengambil kehidupan komunitas ikanCoelecanth yang tidak akan pernah meninggalkan kawanan sendirian,meskipun hidup di dasar samudera terdalam yang penuh tekanan dan tantangan. Melambangkan kerukunan hidup masyarakat Kota Manado yang tak akan pernah goyah oleh segala gangguan. Dengan kata lain, motif ini sebagai perlambang Kota Manado akan kekuatan, daya tahan serta keteguhan atau iman. Keteguhan iman yang dimaksudkan di sini juga
mencakup dalam menghadapi godaan maupun cobaan yang dapat mengganggu keamanan, kebersamaan dan kedamaian hidup yang sudah terbina harmonis di Kota Manado sejak lama.

"Oleh para desainer maka Kaeng Manado kerap dibuat atau dipadukan menjadi busana-busana masa kini dalam penampilan Casual, Trendy, Kerja serta busana pesta," Meisi melengkapi.

Jika dilihat sekilas maka ada kemiripan antara Kaeng Manado dengan kain batik nusantara. Akan tetapi sebenarnya Kaeng Manado bukan Batik, walau kerap beberapa pelaku industri Kaeng Manado menyebutnya Batik Manado.

"Batik itu dibuat melalui proses panjang nan rumit, sedangkan Kaeng Manado tidak serumit Batik. Hanya saja dalam konteks filosofi maka Batik dan Kaeng Manado adalah sama yaitu menyimpan cerita atau arti tertentu dalam setiap motifnya,"pungkas Meisi.

Karena kehidupan Kota Manado akrab dengan pesisir laut, maka permainan warna Kaeng Manado menggunakan warna-warna cerah. Ada kemiripan dengan batik yang berkembang di wilayah-wilayah pesisir pantai.

Apapun yang dikatakan berikut terminologinya, harus diakui bahwa Kaeng Manado sudah masuk dalam jajaran Wastra Nusantara yang menambah khasanah seni dan budaya kain tradisional khas Indonesia.

Kiri atas/Kanan atas/Kiri bawah: Ragam motif, corak dan warna Kaeng Manado. Kanan bawah: Kaeng Manado dipadukan dengan industri Tas Kulit khas Kota Manado
 Jurnalis: Miechell Koagouw/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Miechell Koagouw

Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: