SELASA 22 NOVEMBER 2016

JAKARTA---Dalam peluncuran Kalender Wisata Pesona Manado 2017 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, Kantor Kementerian Pariwisata RI (Kemenpar RI), Senin Malam, 21/11/2016, turut pula dipamerkan daya tarik khas Manado dalam bentuk booth wisata seperti Taman Nasional Laut Bunaken, alat musik Kolintang dan pesona Kaeng Manado (kain Manado).

Suasana Peluncuran Kalender Wisata Manado 2017.

Namun secara keseluruhan Manado memiliki keunggulan yang disebut dengan istilah "Tiga A" yakni Atraksi, Aksesibilitas dan Amenitas.Untuk Atraksi maka Manado memiliki antara lain Taman Nasional Laut Bunaken, Pulau Manado Tua, Pulau Siladen, Kawasan Gunung Tumpa, Kawasan Kampung Cina, Kawasan Kampung Arab dan Kawasan Kuliner Jalan Wakeke.

Untuk Aksesibilitas, Manado memiliki Bandara Internasional Samratulangi sebagai pintu hubung timur Indonesia dengan kawasan Asia. Dalam konteks tersebut, bandar udara Sam Ratulangi melayani 15 tujuan penerbangan domestik serta 9 penerbangan internasional. Untuk penerbangan internasional meliputi; satu penerbangan ke Singapura dan delapan penerbangan ke kota-kota di Tiongkok seperti Chengdu,Chongqing, Guangzhou, Hongkong, Wuhan, Nanchang, Changsha juga Macau.

Dari sisi Amenitas maka Manado memiliki fasilitas wisata lengkap dari Jasa perjalanan wisata, wisata tirta, Usaha hiburan dan rekreasi,MICE, serta didukung fasilitas akomodasi sebanyak 129 hotel bintang dan non-bintang dengan total 5.000 kamar.

Kiri atas: Kota Manado dan Jembatan Ir. Soekarno. Kanan atas: Panorama Teluk Manado di Pagi hari. Kiri bawah: Suasana Sunset di Teluk Manado. Kanan bawah: Dokumentasi tiga dimensi Bunaken

Dalam konteks pariwisata nasional, maka pariwisata menjadi terdepan dengan menyumbang 10% PDB nasional. Kontribusi devisa pariwisata sebesar 9,3% dengan pertumbuhan sebesar 13%. Dari persentase itu menciptakan 9,8 juta lapangan kerja atau 8,4% secara nasional dan menempati urutan ke-4 dari seluruh sektor industri tingkat nasional.

"Juga pencipta lapangan kerja termurah sebesar US$5.000 per satu pekerjaan disaat industri lain berada di angka rata-rata US$100.000 per satu pekerjaan," demikian ungkap Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya di Gedung Sapta Pesona.

Menyambut Kalender Wisata Manado 2017 maka Wali Kota Manado, Vicky Lumentut menyiapkan 21 kegiatan pariwisata unggulan dengan harapan ke depannya program pariwisata seperti ini menjadi acara rutin tahunan.

"Selain itu, harapan besar kami kedepannya bahwa Kalender Wisata Pesona Manado 2017 dapat menjadi daya tarik yang bisa meningkatkankunjungan wisatawan pada tahun depan," pungkas Vicky.

Sebanyak 21 kegiatan pariwisata yang disebutkan Wali Kota Manado, Vicky Lumentut diantaranya adalah : Bendi weekend on Boulevard di sepanjang Jalan Boulevard Manado (tiap akhir pekan), Pentas hiburan rakyat di Taman Kesatuan Bangsa (tiap akhir pekan), Figura Manado di kawasanMegamas (29 Januari 2017), Olahraga tradisional perairan Tulude di Teluk Manado (30 Januari 2017) dan Festival Cap Go Meh di Kawasan Pecinan Kota Manado (12 Februari 2017).

Kiri atas/Kanan atas: Miss Pariwisata Indonesia pose dengan pengunjung di muka booth wisata Bunaken. Kiri bawah: Salah satu motif dan warna Kaeng Manado. Kanan bawah: Pameran alat musik Kolintang

Ditambah lagi dengan Gelar Tarian Selendang Biru, Manado Easter Show, Manado Cantate, International Choir Festival, Manado Extreme Adventures Tourism, International Trail Running, Hasher International di Kawasan Hutan Lindung Gunung Tumpa Manado (18-22 Oktober 2017),Miss Scuba International di MCC (25 November 2017) ditutup dengan Pisah Taong (tutup tahun) di Megamas Manado (31 Desember 2017).

Menilik kegiatan-kegiatan serta eksplorasi wisata yang dilakukan untuk  2017 oleh Pemerintah Kota Manado maka bisa dikatakan hal itu memang sudah dipersiapkan secara terstruktur dengan perencanaan yang sudah dicanangkan sejak jauh-jauh hari.

Jurnalis:  Miechell Koagouw/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Miechell Koagouw

Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: