SELASA, 15 NOVEMBER 2016

PONTIANAK---Kepala Kepolisan Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Musyafak menyebut, ledakan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jalan HOS Cokroaminoto, Kecamatan Pontianak Kota, Kota Pontianak, murni kecelakaan.

Aparat sibuk menyelidiki asal ledakan.
“Ledakan di SPBU Jalan HOS Cokroaminoto Pontianak Kota, 15 November 2016 pukul 13.45 WIB, murni kecelakaan dan tidak ada sangkut pautnya dengan sabotase maupun yang lain,” ucapnya menegaskan kejadian itu, Senin (14/11/2016).

Ia menjelaskan, ledakan di SPBU itu terjadi di tangki nomor 03 premium. Ia menyebut, ledakan terjadi karena kemungkinan adanya konsentrasi gas yang cukup besar. “Sehingga menghasilkan tekanan yang berakibat terjadinya ledakan,” ujarnya.

Ia menyebut, akibat dari ledakan tangki tersebut, dispenser  pengisian minyak atau tutup dispenser nomor 03 ikut terpental. Sementara tutup dispenser yang lain sebanyak 3 unit, sesuai dengan prosedur tetap, dibuka oleh petugas.

“Korban jiwa seorang operator, Buripius, laki-laki, 27 tahun, terluka di kaki akibat terkena pentalan tutup dispenser dan saat ini sedang diobati di rumah sakit Promedika,” ucapnya.

Sementara itu, seorang ibu-ibu konsumen mengalami gangguan pada pendengaran akibat bunyi ledakan. “Kerugian materiil belum dapat ditaksir, langkah pihak kepolisian di bawah Pimpinan Kapolresta Pontianak Kota dan Kasat Serse serta Kapolsek Pontianak Kota sedang melakukan olah Tempat Kejadian Perkara. Petugas Laboratorium Forensik pun terus melakukan penelitian guna mengetahui penyebab ledakan,” ujarnya.

Aparat memberikan police line di TKP.
Ia menambahkan, saat ini petugas yang menjaga dispenser pengisian  premium dan BBM lainnya sedang dimintai keterangan di Polresta Pontianak Kota.

Jurnalis: Aceng Mukaram / Editor: Satmoko/ Foto: Aceng Mukaram




Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar: